Masa Lalu, Masa Kini, Mati, Dan Bersyukur

Oleh

1.Hamim Zaky Hadibasyir, S.Si., M.GIS. (Dosen Junior Fakultas Geografi UMS)

2.Drs.H.Priyono,M.Si. (Dosen Senior Fakultas Geografi UMS)

Seorang filosof dan teolog islam kelahiran Persia, yang namanya tersohor di seluruh pelosok dunia ketika mengajarkan ilmu kepada para santrinya menggunakan salah satu metode pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan dan kemudian memberikan jawaban dengan penjelasan. Model penyampaian materi dengan cara ini disamping sebagai evaluasi pembelajaran, tetapi juga mengandung maksud memahami respon santri terhadap topik yang dikaji sebagai bentuk interaksi antara guru dan siswa. Pembelajaran tidak hanya menyampaikan materi kepada siswa atau santri , akan tetapi seberapa persen materi tersebut dapat diserap oleh santri kemudian  dilaksanakan dalam kehidupan. Inilah indicator keberhasilan pembelajaran.

Ada enam pertanyaan yang filosofis dan religius yang diajukan oleh Imam Al Ghazali , dengan nama lengkap Ali Hamid Muh bin Muh Al Ghazali, kepada santrinya  yang direspon dengan baik oleh para santri yang mendengarkannya. Enam pertanyaan yang mendasarkan dan berkorelasi dengan Akhlak dan Tauhid. Pertanyaan yang menginsiratif tersebut adalah :

1.Apa yang paling dekat denganmu ?

2.Apa yang paling jauh darimu ?

3.Apa yang paling besar ?

4.Apa yang paling berat?

  1. Apa yang paling ringan ?

6.Apa yang paling tajam ?

Para santri bersahut sahutan menjawab dengan antusias dan direspon sang guru dengan nada : benar tapi yang paling benar adalah  nomor satu sampai 6 berturut turut : Mati, Masa lalu, hawa nafsu, mengemban amanah, meninggalkan sholat dan lidah. Semua yang bernyawa kan mati, seperti yang tersurat dalam Al Qur’an Surah Ali Imron ayat 185 : “ Setiap yang bernyawa akan merasakan mati………Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” dan Surah Al ‘Ankabut ayat 57 : “ Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan “.

BACA JUGA:  KERAGAMAN DAN PERGESERAN PENDUDUK DUNIA