Mengakhiri Derita Ibu Dengan Sistem Berkah Islam

Oleh: Suryati

IRT Cimariuk CIPARAY

Di zaman yang serba modern ini banyak perempuan yang memilih bekerja atau menjadi wanita karir.

Hal ini bukan tanpa alasan,melainkan semakin banyaknya kebutuhan hidup harus dipenuhi,meskipun telah ada suami yang bertugas untuk mencari nafkah agar terpenuhinya kebutuhan hidup,namun karena sekarang musim pandemi,dan harga harga semakin mahal,dan penghasilan suamipun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, hingga istri bekerja sekedar membantu suami, agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi untuk survive/ bertahan hidup.

Inilah gambaran hidup seorang ibu dalam sistem kapitalis, ancaman penderitaan, hidup dalam tekanan ekonomi kapitalis, akibatnya banyak kaum ibu yang mengalami depresi bahkan mengakhiri hidupnya dengan sadis/tragis.

Contoh: Kematian 3 orang anak dibunuh oleh ibunya sendiri terjadi di Bogor / Desember 2020. Berkaca dari fakta tersebutBagaimana islam memberikan uqubat atau sangsi bagi pembunuh disengaja tanpa alasan yang haq.

Islam mengharamkan pembunuhan secara sengaja tanpa didasari yang haq, sesuai firman Allah Q. S Al an’am: 151

Islam mengharamkan membunuh anak khawatir takut miskin, karena Allah lah yang memberi rezeki. Islam agama yang sempurna dan paripurna,mengatur seluruh aspek kehidupan. Islam mengatur bagaimana peran seorang ibu bagi keluarganya,ibu bertanggung jawab ummun warabbatul bait/ pendidik dalam keluarga bagi Anak-anaknya, Islam memposisikan kaum ibu sebagai pendidik, pengurus dan pengatur harta suami, begitu mulia posisi kaum ibu dimata Islam.

Islam sangat menjungjung tinggi kedudukan seorang ibu.Sudah saatnya umat sadar bahwa dengan di terapkannya Syariat islam, maka apapun permasalah yang terjadi saat ini bisa di atasi hanya dengan islam.

Termasuk penderitaan seorang ibu sangat mudah diatasi hanya dengan Islam bukan yang lain.

WALLAHU A’LAM