Meningkatkan Pemahaman Dan Semangat Belajar Untuk Siswa Sekolah Dasar

Melalui Media Video Pembelajaran dan Video Call Grup

Oleh : Vanni Destianti Kurnia

Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia

Pada tahun 2020 ini, dunia telah dikejutkan dengan adanya penyakit yang menular dan mewabah seperti Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Penyakit tersebut menyebabkan lumpuhnya kehidupan sehari-hari, contohnya di bidang pendidikan. Hal tersebut menjadikan pemerintah menerapkan sistem pembelajaran dari rumah secara daring.

Akibat dari pandemi COVID-19, semakin terlihat bahwa masih banyak sekolah yang belum mampu menerapkan daring dalam pembelajarannya, hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia memang masih belum merata pada setiap daerah.

Tahun ini, Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata yang berbeda dari biasanya, karena berfokus pada pencegahan dan penanggulangan dampak COVID-19 di bidang pendidikan dan ekonomi yang dilakukan secara daring. Mahasiswa yang berkontribusi diharapkan dapat mewujudkan merdeka belajar yang telah dirancang oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPI.

Pada laman ini, penulis akan memfokuskan pembahasan dari program wajib di bidang pendidikan, meliputi penguatan guru, pendampingan siswa, pendampingan orang tua, dan merancang media pembelajaran daring.

Penulis melakukan KKN di SDN 063 Kebon Gedang, dengan sasaran program kelas 1 dan kelas 4. Kondisi pembelajaran di sekolah tersebut hanya sebatas pemberian tugas mengerjakan buku tema, tidak sering diberikan video pembelajaran, dan belum pernah menggunakan meeting room karena berbagai kendala baik dari guru, siswa, dan orangtua siswa. Dalam kondisi tersebut, otomatis orangtua siswalah yang berperan membantu anaknya belajar, menjadikan penulis mencoba untuk membuat media pembelajaran berupa video danmelakukan video call whatsapp grup dalam membantu meningkatkan pemahaman dan semangat belajar siswa.

Hal pertama yang dilakukan adalah berdiskusi dengan guru mengenai subtema yang perlu diberikan penguatan, kemudian penulis mendesain, merancang, membuat, dan mengupload media pembelajaran daring berupa video pembelajaran di youtube.

Selanjutnya, melakukan pendampingan kepada siswa dan orang tua siswa melalui video call whatsapp grup, dan berdiskusi mengenai video pembelajaran yang telah diberikan dalam meningkatkan pemahaman dan semangat belajar siswa.

Selain itu, penulis membuat kuisioner tentang perbedaan situasi pembelajaran dari kondisi awal dan kondisi setelah diberikan video pembelajaran serta melakukan videocall. Hasil dari kuisioner dapat disimpulkan bahwa, melalui video pembelajaran siswa dapat mengerti, dan lebih mudah memahami materi karena siswa bisa menyimak sendiri dan lebih jelas penyampaiannya. Kemudian, melalui video call siswa memiliki semangat belajar karena bisa belajar bersama, melihat guru dan teman-temannya, selain itu orangtuapun bersemangat dan dapat menemani anaknya belajar.

Namun, tentu saja terdapat kendala dari kegiatan yang penulis lakukan, seperti koneksi internet dan hal-hal teknis dalam pembuatan video pembelajaran. Meskipun, banyak keluhan mengenai pembelajaran daring yang hingga saat ini dilaksanakan, orangtua siswa ada yang menyukai model pembelajaran blended learning (perpaduan tatap muka dan daring), dan adapula yang ingin tatap muka segera dilaksanakan.

Dari kegiatan KKN Tematik PPD COVID-19 ini, penulis menerima banyak sekali masukan meliputi kritik dan saran yang sangat membangun, dan berharap bahwa kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat serta memiliki dampak yang bermakna bagi guru, siswa, dan orang tua siswa.