Menjadi Akademisi dan Praktisi Sebagai Bentuk Implementasi Teori dengan UMKM Produsen Tas di Kota Subang

Oleh : Irma Mandasari Hatta, SE,.MM
(Dosen Program studi Ekonomi syari’ah STEI Al-Amar Subang)

Di era penuh persaingan seperti saat ini, dibutuhkan karya-karya nyata guna berkontribusi pada pembangunan bangsa. Sebagai seorang dosen, peran ini memberi ruang dalam rangka memberikan sumbangsih fikiran pada ruang-ruang kelas. Namun peran tersebut akan sangat baik ketika seorang dosen juga menjadi praktisi. Hal ini bertujuan dalam mengoptimalkan perumusan kurikulum yang harus adaptif dengan kebutuhan di Industri dan memberi ilustrasi apa yang terjadi di dunia industri saat ini. Berdasar pada hal ini, lahir sebuah UMKM yang memproduksi Tas di wilayah Kabupaten Subang dengan brand Jasmine yang berdiri sejak tahun 2019. Tidak hanya Tas, UMKM Jasmine juga memproduksi Jam tangan Kulit, dan Sendal Kulit yang dibuat di Pagaden, Subang yang bisa dilihat pada akun resmi instagramnya: @jasmineleather.id.

Produk Jasmine dilirik oleh ibu-ibu pejabat di Subang termasuk langganan utamanya adalah Ibu Kapolres Subang Ny. Dhiny Aries widianto (Ibu Kapolres Subang waktu itu). Pada bulan Desember 2020 Brand Jasmine juga menjadi salah satu UMKM terpilih yang mewakili Polres Subang di jajaran Polda Jabar untuk Mengikuti pelatihan dan mendapat bantuan langsung dari Pembina Utama Bhayangkari Jendral Polisi Drs. Idham Aziz M.Si (Kapolri Saat itu). Hal ini menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu berbicara banyak di kancah nasional.

Dalam mewujudkan pemberdayaan UMKM di wilayah Kab subang, tujuannya adalah membangun generasi bisnis bagi kaum muda. Di masa pandemi ini, inilah saat nya kita memasuki era digital yang sebenarnya. Karena kan sekarang apa-apa serba internet, sehingga sudah waktunya kita fokus di penjualan online baik itu market place atau digital online lainnya. Dengan turut serta mendukung penjualan pedagang UMKM di bidang fashion, secara tidak langsung banyak yang ikut terbantu contoh nya para penjahit dan keluarganya, juga para reseller-reseller kami lainnya.

BACA JUGA:  Pembelajaran Jarak Jauh dan Peningkatan Kompetensi Guru

Namun, menjalankan sebuah usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Persaingan usaha semakin kompetitif dari waktu ke waktu, baik skala besar maupun kecil, apalagi di era digital seperti sekarang. Diperlukan strategi agar pelaku UMKM bisa bertahan dan mengembangkan bisnisnya, yang bisa diterapkan dalam membangun UMKM.

Pertama, Tingkatkan Kualitas Produk

Kualitas produk adalah salah satu elemen penting untuk mengembangkan UMKM. Sebab, produk yang berkualitas akan selalu menjadi pilihan utama konsumen. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas produknya secara bertahap.

Kedua, Membaca Tren

Pelaku UMKM harus membaca tren terkini agar konsumen tidak “lari” ke kompetitor. Misal saja, Anda adalah pelaku UMKM di bidang fashion dan mengetahui bahwa saat ini motif polkadot tengah menjadi tren. Cobalah untuk menerapkan motif tersebut pada koleksi terbaru tanpa menghilangkan elemen yang menjadi ciri khas brand anda. Strategi ini dapat digunakan untuk menggaet konsumen baru sekaligus menjaga pelanggan setia anda.

Ketiga, Bangun Engagement

Membangun hubungan baik dengan konsumen, selain berkomunikasi dengan ramah. Pelaku UMKM dapat membangun hubungan dengan melibatkan konsumen dalam evaluasi dan pengembangan produk. Contohnya, pelaku UMKM bisa membuat kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk-produk yang ada. Selain itu, kuesioner juga bisa dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan konsumen.

Keempat, Manfaatkan Platform Online

Peran platform online sangat penting untuk mengembangkan bisnis UMKM. Sebab, saat ini sudah banyak konsumen yang lebih memilih bertransaksi secara online karena dinilai lebih praktis dan terjangkau. Selain itu, para pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan platform online untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sarana penjualan, komunikasi pelanggan, hingga promosi produk. Dengan memanfaatkan platform online, pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih besar dan berpeluang meningkatkan penjualan.

BACA JUGA:  MEREKA itu SIAPA?

Kelima, Tingkatkan Skill Bisnis

Pengetahuan bisnis adalah modal penting bagi mereka yang ingin terjun atau tengah menjalani sebuah usaha. Hal itu diperlukan agar bisnis dapat berjalan lancar dan maksimal sehingga dapat terus berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu cara untuk meningkatkan skill bisnis adalah dengan mengevaluasi kinerja bisnis secara konsisten dan berkala. Dengan demikian, pelaku usaha dapat memonitor kesalahan-kesalahan yang dilakukan untuk dijadikan pengalaman dan pelajaran di kemudian hari.

Dalam rangka berkontribusi pada kemajuan negara, sudah selayaknya semua elemen memberi karya nyata. Sebagai seorang Dosen dan Praktisi hal ini bisa dilakukan secara kontinyu, memberikan teori di dalam kelas serta memberi ilustrasi industri pada bidang usaha. Hal ini memberikan gambaran penting bahwa dalam rangka berkontribusi pada kemajuan negeri, dibutuhkan rasa mencintai dan bangga terhadap produk lokal asli Subang asli Jawa Barat dan asli Indonesia. Semoga semua elemen masyarakat Indonesia semakin mencintai produk-produk hasil karya anak bangsa, sebagai wujud bahwa negara ini mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan negara maju lainnya.(*)