Mesir Pasca Meninggalnya Mursi

Oleh: Muhammad Bajri,

Dosen Sosiologi Agama/ Ketua LPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhajirin Purwakarta Jawa Barat

Kondisi Kawasan timur tengah terus bergejolak, terutama negara mesir pasca tergulirnya presiden Mesir, Muhammad Mursi, yang terpilih secara demokrasi. Namun beliau diturunkan secara paksa oleh militer mesir. Pasukan militer mesir melakukan perselingkuhan dengan kalangan sekuler yang memiliki syahwat berkuasa di negeri piramid tersebut.

Di alam demokrasi haram hukumnya melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Tetapi pertanyaannya, kenapa amerika serikat yang selama ini menjai kiblat demokrasi dunia, diam melihat kondisi mesir yang diambang perang saudara.

Kenapa Amerika serikat dan uni eropa tidak berani mengatakan kepada dunia, bahwa apa yang terjadi di mesir adalah murni kudeta, sehingga sudah sepantasnya presiden mursi dibebaskan dan dikembalikan jabatannya sebagai presiden, tetapi beliau justru dihukum dan dipenjara oleh pihak militer mesir hingga meninggal dunia beberapa hari yang lalu di ruang persidangan.

Meninggalnya mantan presiden mesir akan memperburuk keadaan mesir, sebab para loyalisnya tidak akan tinggal diam, melainkan akan melakukan perlawanan. Kudeta terhadap pemerintahan mesir yang dilakukan militer sangat berbahaya bagi keberlangsungan masa depan demokrasi mesir.

Demokrasi mesir telah dibajak oleh kelompok sekuler yang berselingkuh dengan militer mesir. Kudeta telah menginjak martabat rakyat mesir dimata dunia international. Serangan kudeta yang dilakukan kalangan sekuler liberal dengan pasukan militer, telah menimbulkan kebencian di hati rakyat mesir, terutama ikhawanul muslim sebagai loyalis utama mantan presiden mursi.

Dampak yang ditimbulkan dengan tragedi politik kudeta tidak diragukan lagi telah menimbulkan kebencian luar biasa dari pendukung mursi dan masyarakat mesir. Imbas dari politik kudeta telah melecahkan perasaan rakyat mesir, sehingga bukan hanya aksi kekerasaan yang terjadi, melainkan sudah mengarah kepada perang saudara diantar rakyat mesir.

Dunia menyaksikan bahwa aksi-aksi kekerasan fisik terus berlangsung akibat terjadinya kudeta, dan warga asing yang ada di mesir meninggalkan mesir yang berakibat lumpuhnya perekonomian mesir.

Semasa hidup presiden mursi meminta kepada amerika serikat supaya mengubah kebijakan politik dan pendekatannya ke dunia Arab. Amerika serikat diminta menghargai nilai-nilai Arab serta membantu merealisasikan kemerdekaan palestina. Pernyataan mursi ini dimuat dalam wawancara dengan new york time yang dimuat edisi senin (24/9/2012), (Pikiran Rakyat, 25/09/2012).

Ulama dunia mengecam keras dan mengutuk politik kudeta yang dilakukan oleh pihak militer. Ulama meminta supaya rakyat mesir menyampaikan aspirasinya dengan baik dan tertib, tidak melakukan cara-cara kekerasan.

Kekerasaan bukan budaya Islam, termasuk tidak ada satu doktrin agama yang mengajarkan pengikutnya untuk melakukan tindakan kekerasan. Ulama mengimbau agar rakyat mesir tidak terpancing oleh provokasi pihak-pihak dari barat dalam menyikapi persoalan kondisi mesir.

Kudeta Militer oleh Jendral Sisi sebenarnaya merupakan aib besar bagi sistem politik demokrasi yang menekankan dominasi kepemimpinan sipil. Begitu juga sangat ironi bagi rakyat mesir yang sejak tahun 1952 terus dikuasi oleh rezim militer. Kondisi politik mesir saat ini seperti seseorang yang mengawurkan kotoran ke muka sendiri. Mereka teriak-teriak reformasi, tetapi kenyataannya malah menyerahkan kekuasaan ke tangan militer lagi.

Menurut A. M Waskito dalam Buku “Air Mata Presiden Mursi” mengungkapkan bahwa kelak Jendral sisi akan dihukum oleh Publik Mesir karena secara sadar telah melawan gerakan reformasi yang berhasil menumbangkan Husni Mubarak pada februari 2011; dengan mengembalikan dominasi kekuasaan politik ke tangan militer kembali. Rakyat Mesir akan kembali mengalami trauma-trauma kehidupan seperti masa sebelumnya.

Pemimpin Oposisi, El-Baradei, menuduh ikhawanul muslimin telah merampas hasil reformasi 25 Januari 2011 di mesir. Padahal tanpa dukungan para aktivis ikhawanul muslim gerakan reformasi tak akan berjalan masif dan bisa menumbangkan rezim mubarak.

Harus diingat, takkala gerakan reformasi terkonsentrasi di Tahrir Square, Tokoh besar ikhawanul muslimin, Dr Yusuf Qardhai, berorasi dihadapan para demonstran agar mereka bertahan dan berjuang menumbangkan pemimpin tiran. Fatwa beliau menjadi spirit besar gerakan reformasi mesir

Menurut Hatta syamsuddin didalam portal islam mengungkapkan sebelum Mantan presiden mengembuskan nafas terakhir dalam persidangan, Mursi berpidato. Berdasarkan saksi mata dari jurnalis mesir yang ada dalam persidangan, Dr Muhammad Mursi Presiden Republik Arab Mesir yang legal, mendapatkan wafat syahid setelah 25 Menit menyampaikan pidato terakhirnya di persidangan, lalu beliau jatuh ke lantai dan wafat.

Beberapa hal terpenting yang beliau sampaikan dalam pidato terakhirnya sebagai berikut :

1) Kalian telah menuduh saya melakukan aksi mata-mata kerjasama intelejen bersama hamas, sekarang pemerintahan kalian berinteraksi dan bekerjasama dengan hamas.

2) Kalian telah menuduh saya melakukan aksi atas apa yang terjadi di sinai, dan sekarang kalian menyaksikan juga yang terjadi di sinai dalam bentuk penyerangan dan pembunuhan, sementara saya sudah ada dalam penjara,

3) Kalian menuduh saya terkait insiden kekerasan di mesir, sekarang kalian menyaksikan apa yang terjadi di gereja-gereja dan masjid (serangan pemboman), dan pengusiran penduduk dari beberapa kampung dan daerah di mesir.

4) Kalian mengkudeta-ku dan tak pernah membiarkanku sehari saja tanpa penyiksaan di dalam penjara, dan kalian pura-pura bodoh dengan apa yang terjadi. Kalian ingin membunuhku dengan berbagai macam cara, tetapi pada yang sama kalian juga ketakutan akan kerasnya reaksi yang akan muncul saat itu terjadi.

5) Tidak ada yang tau kapan ajal seseorang kecuali Allah. Dia lah yang berkuasa atas segala urusan. Dan tidaklah kami ucapkan selain: Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung dari setiap pelaku keadzhaliman dan antek-antek penjahat kudeta.

6) Sungguh aku sangat yakin, aku akan bertemu dengan Allah dalam kondisi bersabar dan berharap mendapatkan pahala. Aku yakin sepenuhnya akan bertemu dengan para penjahat itu di hadapan Allah, dan pada sisi-nya akan tuntas segala perselisihan dengan keadilan.

7) Pesanku kepada anak-anak dan istriku, Allah menyaksikan bahwa sungguh aku mencintai kalian, dengan sebuah cinta yang tidak akan mengetahui kedalamannya kecuali hanya Allah semata. Betapa sering aku menderita, kesakitan, menjalani kehidupan dalam penjara tanpa obat dan pengobatan, tapi saat itu aku memikirkan kalian siang dan malam. Aku tak tau kapan kita akan bertemu, dan sungguh mungkin pertemuaan kita kelak di surga. Kita mohon kepada Allah, dan kita adukan kepadanya kedzhaliman mereka yang dzhalim.

8) Sungguh aku sampaikan kepada kalian bangsa mesir yang agung, aku pulang kembali pesan ini dan senantiasa aku kuatkan: Bahwa kalian mampu menjalankan perubahan-perubahan wahai pemuda-pemuda mesir. Jangan meninggalkan dan mengecewakan para ibu-ibu yang anak-anaknya syahid dalam perjuangan ini, juga mereka saudara-saudaramu yang telah terdzhalimi. Sesungguhnya kedzhaliman tidak akan abadi, dan mereka para pengkudeta akan datang kepada mereka hari kepastian. Tidak ada yang abadi, karena hanya Allah lah yang kekal dan abadi.

9) Pemerintahanku belum berjalan satu tahun lamanya, dan banyak sekali upaya intervensi dari banyak negara, baik itu zionis, amerika dan Arab, mereka mengintervensi banyak urusan mesir dan membeli para penghianat bayaran untuk menghancurkan negeri ini.

Dan sekarang mesir sebagaimana kita saksikan setiap hari, kejadian perusakan demi perusakan terjadi, dan bangsa ini tidak pernah akan tenang kecuali dengan hilangnya pelaku kedzhaliman, dan kembali bebasnya merek yang terdzhalimi.

Dunia akan menyaksikan bagaimana kondisi mesir setelah meninggalnya presiden mursi, Apakah keadaan mesir akan menjadi baik atau kondisi mesir semakin terpuruk. Kita doakan rakyat mesir bisa menjalani kehidupan dengan baik dan tenang. (*)