Negara Islam VS Negera Islami

Oleh: Susi Maryam Mulyasari, S.Pd.

Ibu Rumah Tangga Pendidik Generasi

Indonesia tidak layak menjadi negara Islam melainkan negara Islami. Hal yang melatarbelakangi Indonesia menjadi negara Islami karena memiliki berbagai macam etnis budaya sehingga nilai-nilai kejujuran, kesopanan sangat cocok untuk dijadikan fondasi dalam menjalankan fungsi negara.

Adanya upaya untuk menggunakan istilah negara Islami bertujuan untuk mendistorsikan ajaran Islam, dan sebagai upaya untuk menghalau ditegakannya Islam secara kaffah (menyeluruh). Intinya bahwa opini tentang negera Islami adalah bentuk pengaburan istilah yang sebenarnya adalah untuk melanggengkan sistem demokrasi yang lahir dari rahim kapitalisme.

Apa Salahnya Negara Islam?
Negara Islam adalah negera yang menjadikan Islam sebagai ideologi yang mengatur seluruh sendi kehidupan, intinya negara Islam adalah negara yang seluruh aturan yang digunakan adalah Islam. Dan ini merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslimin di dunia.

Negara Islam atau Khilafah Islamiyyah adalah warisan Rasulullah Saw yang menjadi kewajiban bagi kita pasca runtuhnya ke-Khilafahan Turki Utsmani, tak satupun ulama mutabar yang luput dari pembahasan tentang kewajiban menegakkan Khilafah Islamiyyah, semuanya sepakat bahwa mengangkat khalifah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dan tanpa ada khilaf diantara para ahli ilmu.

Dengan demikian kalau semisal ada orang yang mengatakan kehilafahan tidak wajib bahkan tidak ada, atau dengan lancang mengatakan tidak ada sistem baku kekhilafahan dalam Islam, patut kita curigai akan kredibilitas keilmuan yang bersangkutan, layakkah kita mengikuti pendapat orang yang dari segi keilmuan saja masih kalah jauh dengan imam Al-qurtubi, Ibnu Katsir dan ulama lainnya yang karya keilmuannya tak perlu kita ragukan lagi.

Jadi munculnya istilah negara Islami adalah bentuk kekalahan secara intelektual akan perjuangan penegakkan Islam.
Wallahu’alam-bishshowab