Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Efektifkah?

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md
Seorang Guru dan Penulis Buletin Sekolah di Karawang

Kondisi masyarakat di tengah pandemi memberikan dampak yang cukup luas dari berbagai sendi kehidupan tak hanya dalam hal ekonomi saja dunia pendidikan pun kena imbasnya. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan melakukan sistem pembelajaran jarak jauh ternyata menuai polemik terhadap siswa, orang tua dan guru.

Belajar daring baru bisa dilakukan ketika fasilitas pendukungnya terpenuhi seperti HP android, kuota internet dan sinyal. Banyak masyarakat kelas bawah kesulitan tuk mendapatkan itu semua seperti mahalnya HP dan kuota.

Tak hanya itu kendala sinyal pun dirasakan oleh siswa yang bertempat tinggal di pelosok, tak bisa menikmati kemudahan sinyal. Ya. Tidak meratanya pembangunan infrastuktur ini belum menyentuh ke daerah pelosok. Walhasil, siswa pun mengalami kendala. Seperti yang terjadi di daerah Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Rembang, Jawa Tengah seorang pelajar tetep berangkat ke sekolah karena tidak punya uang untuk membeli HP (PortalJember.com 25/07/20)

Di Jawa Barat sendiri tak jauh berbeda pembelajaran via daring tidak efektif seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang Tatang Komara mengakui proses belajar mengajar dengan sistem daring tidak efektif (Tintahijau.com 22/07/20)

Ketidak efektifan itu tidak lepas dari pentingnya peran negara. Kalau pun belajar via daring harus dilakukan oleh pelajar dan guru seharusnya negara memberikan akses, fasilitas dan sarana yang mendukung itu semua.

Selain fasilitas, kurikulum pendidikan yang digunakan pun harus ditelaah kembali. sistem pendidikan dalam sistem kapitalis hanya mencetak pelajar dengan nilai-nilai akademik semata, maka wajar mulai dari pihak sekolah dan guru pun berorientasi kepada nilai semata. Menganggap ketika nilai akademiknya bagus dan lulus dengan nilai terbaik maka akan memudahkan ketika mencari kerja. Lagi lagi materi yang menjadi hasil akhirnya.

Berbeda sekali dalam sistem Islam pendidkan merupakan hak setiap orang dimanapun mereka tinggal baik di perkotaan maupun di pelosok, sistem Islam akan memberikan fasilitas pemenuhan yang terbaik dan mudah dengan biaya gratis. Bukan hanya diberikan ketika dalam kondisi wabah saja tapi dalam kondisi normal pun masyarakat akan mendapatkan haknya yaitu merasakan pendidikan yang seluas-luasnya.

Dalam Islam penilaian seorang siswa bukan ditentukan oleh nilai akademik semata, tapi ditentukan juga oleh ketakwaan setiap siswa seperti memiliki kepribadian Islam, ketaatannya kepada syariatNya. Dengan demikian akan lahir generasi-generasi yang tangguh tak hanya IPTEK tapi juga IMTAQ.
Wallahua’lam