Penanganan Sampah yang Tak Kunjung Rampung

Oleh Yanyan Supiyanti, A.Md
Pegiat Literasi, Member AMK

Masalah sampah sepertinya masih belum kunjung ada solusi, termasuk di Kabupaten Bandung.

Produksi sampah di Kabupaten Bandung cukup tinggi mencapai 1.350 ton per hari, dengan jumlah penduduk mencapai 3,7 juta jiwa, namun hanya sebagian kecil yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Kabupaten Bandung hanya memiliki 109 armada pengangkut sampah dengan cakupan area layanan pengangkutan hanya 24 kecamatan dari total 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. Dengan jumlah 109 armada, Pemkab Bandung hanya bisa mengangkut sampah ke TPA sebanyak 300-350 ton per hari. Sehingga ada sampah sekitar 1.000 ton setiap harinya yang tidak bisa diangkut ke TPA. (Ayobandung.com, 18/6/2021).

Menurut penuturan Bupati Bandung Dadang Supriatna, masalah sampah sebagai salah satu isu lingkungan di Kabupaten Bandung merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Saat ini ada rencana untuk pengaktifan TPPAS (Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah) Legoknangka di Kecamatan Nagreg. Serta perlu adanya penambahan kendaraan operasional pengangkutan sampah, minimal satu kecamatan satu unit, atau idealnya satu desa satu unit. (Galajabar.com, 18/6/2021).

Masalah sampah di Kabupaten Bandung yang tak kunjung rampung, meskipun ada renstra, tetapi dalam tataran kebijakan sepertinya hanya seputar menyelesaikan masalah teknis, misalnya penambahan armada, dan berpindah-pindah TPA.

Pembangunan TPA di Legoknangka Nagreg diharapkan menjadi solusi masalah sampah ini, yang rencananya tahun 2022 dioperasikan. Hanya saja jika masih berpijak pada sistem kapitalisme bukan pesimis, tapi tidak ada jaminan akan menjadi solusi yang solutif, karena lelang proyek pun dimenangkan perusahaan Jepang. Artinya bukan lagi pelayanan tapi berbasis bisnis.

BACA JUGA:  Kampusku yang Hijau

Tata kelola sampah menjadi tanggung jawab penguasa, dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi yang benar dan terarah pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa berperan membantu penguasa secara maksimal dalam menyelesaikan masalah sampah ini.