PendidikanAgama Islam Membentuk Generasi Muda

OLEH: Nurfitriani Fitrotu Zakiah
Mahasiswa STAI Dr. KHEZ Muttaqien Purwakarta

Generasi muda adalah golongan kaum muda yang merupakan tumpuan bangsa di masa mendatang. Namun malang nya saat ini generasi muda dihadapkan dengan berbagai ancaman perusak moral. Ancaman tersebut berupa pengaruh pengaruh buruk yang mulai menggerogoti nilai-nilai budi pekerti yang sejak dulu telah tertanam dan dimiliki bangsa Indonesia. Marak nya pengadopsian budaya luar yang bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia cenderung merusak moral bangsa.

Hal ini tentu memerlukan solusi yang sistematis salah satunya melalui jalur pendidikan yang mempunya akses untuk membenahi karakter bangsa yaitu khususnya melalui pendidikan agama islam. Dengan mayoritas penduduk yang merupakan pemeluk agama islam maka pendidikan agama islam akan sangat tepat difungsi kan sebagai pembenah moral pemuda .

Untuk memahami keterkaitan pendidikan agama islam dengan perbaikan moral pemuda maka kita perlu memahami makna dari pendidikan dan pendidikan agama islam tersebut. Ditinjau dari pengertian nya pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Jadi dalam hal ini definisi pendidikan adalah proses atau perbuatan mendidik sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai bapak pendidikan indonesia menyatakan bahwa pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), intelek dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Dari definisi tersebut dapat kita pahami bersama bahwa pendidikan menjadi sarana sekaligus solusi untuk menata kembali karakter bangsa dan menghentikan kebobrokan moral yang mengancam pemuda Indonesia. Lalu pendidikan agama islam dalam hal ini memiliki kesempatan dalam pendekatan untuk menyelamatkan moral bangsa di Indonesia yang mayoritas muslim.

Karena sesuai dengan pengertian nya pendidikan agama islam adalah usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan agama islam adalah proses mendidik ummat untuk menjadi manusia yang memiliki hubungan baik dengan tuhan nya serta memiliki hubungan baik dengan sesama dan alam semesta, pendidikan agama islam juga merupakan upaya memenuhi wawasan ummat mengenai cara berinteraksi diruang lingkup masyarakat dengan berpedoman kepada Al Quran dan Hadits.

Sehingga menciptakan manusia yang bertakwa,berilmu,ber akhlakul karimah serta diharapkan mampu memberikan sumbangsi terhadap peradaban bangsa indonesia. Pendidikan agama islam juga menuntun peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar ummat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

Dalam perjalanan nya pendidikan agama islam memiliki peranan penting sejak dalam masa penjajahan hingga pasca kemerdekaan indonesia saat ini. Hal itu terbukti dengan bagaimana nasionalisme yang dimiliki santri dan ulama yang menjadi sumber kekuatan memerangi penjajahan, hal itu tidak terlepas dari didikan agama islam yang pada masa nya kini di akui menjadi salah satu mata pelajaran dan termasuk kedalam tujuan pendidikan nasional indonesia sebagaimana tercantum dalam undang undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari definisi yang telah dipaparkan tersebut maka pendidikan agama islam memiliki kapasitas untuk membenahi karakter dan moral pemuda untuk kemajuan bangsa indonesia di masa mendatang serta menjaga nilai nilai budi pekerti yang telah dimiliki bangsa Indonesia.

Perlu dipahami bahwa pemuda saat ini menghadapi pengaruh pengaruh buruk dari berbagai macam hal dimulai dari pergaulan bebas. Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas kewajiban, tuntutan,aturan, syarat,dan perasaan malu.

Pergaulan bebas merupakan proses interaksi yang tidak lagi memperdulikan aturan agama,norma dan pancasila. Segala aturan ditabrak demi sebuah pergaulan, hal ini tentu membahayakan generasi muda dan keberlanjutan Indonesia di masa mendatang. Melalui pergaulan bebas pemuda mulai melanggar norma dalam berpakaian, melalui pergaulan bebas pemuda mulai mengenal pesta hura hura dan mabuk mabukan, melalui pergaulan bebas pemuda mulai terjerat seks bebas dan melalui pergaulan bebas pemuda terjerat lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Perilaku menyimpang dalam pergaulan ini tentu menimbulkan ke khawatiran karena akan berdampak buruk. Seperti hal nya seks bebas serta lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat di Indonesia. Dan untuk itu diperlukan pendidikan agama islam untuk memberikan wawasan mengenai hal hal yang tak diperboleh kan agama. Apalagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) merupakan perbuatan menyimpang yang tak disetujui oleh agama mana pun yang ada di indonesia.

Selain pergaulan bebas ancaman narkotika juga menjerat pemuda di indonesia. Narkoba telah menjadi masalah serius bagi bangsa ini. Barang haram ini tanpa pandang bulu menggerogoti siapa saja. Para wakil rakyat, hakim, artis, pilot, bahkan mahasiswa tak luput dari jeratan narkoba. Maraknya penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dan pemuda ini harus dihentikan karena dari hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN), pelajar masih sangat rentan terjangkit narkoba.

Ada sekitar 24 persen pengguna narkoba merupakan dari kalangan pelajar. Hal ini lagi lagi memerlukan sentuhan melalui pendidikan agama islam dengan menguatkan kembali ketakwaan peserta didik sehingga ia tak lagi tergoda obat obat an terlarang tersebut.

Beralih dari pegaulan bebas dan narkoba, pemuda khususnya pelajar juga banyak yang tergabung dalam kasus tawuran. Kasus tawuran di 2018 ini semakin meningkat. Komisioner bidang pendidikan KPAI Retno Listiyarti mengatakan, pada tahun lalu angka kasus tawuran hanya 12,9 persen, tapi tahun ini menjadi 14 persen. Kasus tawuran bukan hal yang dapat di sepelekan karena sudah termasuk kedalam kriminalitas. Dengan penerapan pendidikan agama islam, pelajar dapat dididik untuk dapat menghindari permusuhan antar sesama manusia.

Pada intinya permasalahan permasalahan yang ada di kalangan remaja dan pemuda ini bersumber pada masalah akhlak dan moral. Tanpa moral kehidupan akan kacau balau, tidak saja kehidupan perseorangan tetapi juga kehidupan masyarakat dan negara, sebab soal baik buruk atau halal haram tidak lagi dipedulikan orang. Karena itulah pendidikan agama islam yang memiliki ruang lingkup Akhlak dapat memberikan perbaikan Akhlak remaja dan pemuda dari kaum pelajar.

Ketika akhlak remaja dan pemuda dapat diperbaiki dalam pendidikan agama islam maka permasalahan permasalahan yang ada dikalangan remaja tidak akan lagi terjadi. Apalagi ditambah dengan penguatan aqidah dan keimanan kepada Allah SWT mampu menjadikan pemuda yang bertakwa kepada tuhan yang maha esa serta taat terhadap norma dan pancasila sebagai dasar negara Indonesa. Hal ini tentu akan mendorong kesuksesan bangsa indonesia di masa depan yang akan dicapai oleh generasi muda saat ini.

Upaya pengubahan moral bangsa melalui pendidikan agama islam ini patut didorong pula dengan peningkatan pendidikan agama islam dari berbagai aspek. Misalnya dalam aspek metode, alokasi waktu dan sumber daya manusia.

Pendidikan agama islam memerlukan metode yang inovatif dan kreatif sehingga pengajarannya dapat melekat dalam diri peserta didik, salah satu nya melalui metode pembiasaan dan memberikan teladan. Metode pembiasaan dapat diterapkan untuk membiasakan peserta didik yang merupakan remaja dan pemuda menghindari kenakalan remaja dan segala perbuatanyang tak sesuai agama dan meanggar norma serta hukum di Indonesia.

engan metode ini serta ditambahkan dengan penambahan alokasi waktu dan peningkatan kualitas sumber daya pendidik. Maka diharapkan pendidikan agama islam dapat memenuhi peran pentingnya dalam membangun karakter anak sejak usia dini hingga penguatan karakter pada remaja dan pemuda serta berperan dalam melindungi generasi muda dari rongrongan virus perusak moral bangsa. Serta tercipta nya pemuda yang ber akhlakul karimah yang dapat meneruskan perjuangan bangsa indonesia untuk mencapai cita cita bangsa .(*)