Pengembangan Perpustakaan Sekolah untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

oleh
1.Dra.Suyatinah,M.Pd ( Guru Geografi SMAN 1 Banguntapan, Bantul,Yogyakarta )
2.Drs.H.Priyono,M.Si ( Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta 2017-2021 )

Tanggal 14 September merupakan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Bertepatan dengan momen tersebut, Perpustakaan Nasional memberikan penghargaan tertinggi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi besar terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca yaitu Nugra Jasa Dharma Pustaloka dalam satu acara yang digelar yaitu Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2021.

Beberapa kategori kejuaraan yang dianugerahkan antara lain : Pustakawan Berprestasi Terbaik, Perpustakaan Desa Terbaik, Perpustakaan SLTA Terbaik, Pencerita Terbaik SD/ MI tingkat nasional, Pengarang Buku Terbaik Deposit, Tokoh Masyarakat Terbaik dalam Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Pers dan Insan Pers Terbaik, Pegiat Literasi Terbaik, Pelestari Naskah Kuno Terbaik dan Penghargaan Seumur-hidup (Lifetime Achievement) kepada tokoh yang sepanjang hayat mededikasikan dirinya pada pengembangan perpustakaan. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut semoga dapat memacu tingkat literasi di Indonesia semakin meningkat.

Landasan yang lebih kuat untuk meningkatan Literasi di Indonesia adalah Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, pada Pasal 23 ayat (1) mengamanatkan bahwa setiap sekolah/ madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Standar nasional perpustakaan tersebut terdiri atas standar koleksi perpustakaan, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Berpedoman pada Undang- undang tersebut, sekarang banyak sekolah, baik SD, SMP, SMA mulai berbenah diri dan mengembangkan perpustakaan sekolahnya dalam rangka mendukung keberhasilan tujuan sekolah, yaitu pencapaian output siswa yang baik. Hal ini harusnya menjadi agenda yang sangat urgen mengingat kualitas sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan literasi.

BACA JUGA:  Empat Besar Corona, Karawang Ajukan PSBB

Kemampuan literasi yang baik akan berdampak pada tingkat pendidikan yang baik, dan akan berpengaruh pada tingkat/ angka IPM (Indek Pembangunan Manusia) yang baik pula.
Permasalahan utama yang dihadapi sekolah untuk mengembangkan perpustakaan yang terstandar adalah masalah dana. Pengadaan ruang perpustakaan yang representatif, pengadaaan koleksi perpustakaan yang lengkap, penyiapan sumber daya perpustakaan yang mumpuni, memerlukan beaya yang tidak sedikit. Salah satu momen yang bisa memacu sekolah dalam menyiapkan perpustakaan yang terstandar adalah saat ada Akreditasi Perpustakaan, karena dalam akreditasi tersebut mensyaratkan beberapa kriteria untuk mendapatkan nilai baik/ A. Misalnya terkait luasan perpustakaan lebih dari 142 m2 meliputi ruang koleksi, ruang baca, ruang sirkulasi, ruang kerja, ruang kepala perpustakaan, ruang multimedia. Sedangkan sarana lain yang harus seperti rak buku, rak majalah, rak surat kabar, rak audio visual, rak display buku baru, rak buku referensi, loker penitipan barang, sarana penyimpanan katalog, papan pengumuman, meja baca, meja sirkulasi, meja kerja, kursi baca, TV, DVD/ VCD, Scaner, Komputer untuk pengolahan buku, komputer untuk pemustaka, komputer yang terkoneksi internet, wifi, dll.
Disamping itu bahan koleksi perpustakaan sendiri harus disiapkan lengkap, seperti buku bacaan, baik fiksi maupun non fiksi, buku referensi, majalah, surat kabar, tabloit,dll. Begitu banyaknya sarana yang harus dilengkapi tersebut,memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sekolah harus memiliki kreativitas yang tinggi untuk menggali dana, maupun sarana, dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi terkait, dukungan komite sekolah, alumni, penerbit sponsorship, dll. Tanpa sinergi dari berbagai pihak dan semangat yang tinggi dari seluruh stakeholder sekolah, maka pengembangan perpustakaan sekolah tidak bisa diwujudkan secara cepat dan kualitas pendidikan peserta didik tidak bisa maksimal. Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting yang memungkinkan para tenaga kependidikan dan peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan perpustakaan yang ada diperpustakaan sekolah.

BACA JUGA:  Menantikan Kesetaraan Gender

SMA Negeri 1 Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu sekolah yang berkomitmen menjalankan amanat Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu menyiapkan Perpustakaan Sekolah yang memenuhi standar Perpusnas. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain :
1). Memenuhi kelengkapan bangunan fisik perpustakaan yang terstandar, seperti ruang koleksi, ruang baca, ruang sirkulasi, ruang kerja, ruang kepala perpustakaan, ruang multimedia, bahkan menyiapkan ruang baca outdoor berupa gazebo dan pojok baca di berbagai tempat, seperti adanya pojok baca pada setiap kelas, pojok kependudukan, pojok baca masjid, pojok baca UKS, dll. Dalam pengadaan sarana tersebut, alumni ikut berkontribusi.
2). Menambah koleksi perpustakaan, seperti buku fiksi, buku non fiksi, buku referensi, majalah, surat kabar, jurnal, dll agar semakin menarik minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Dalam pengadaan koleksi perpustakaan, kami bekerja sama dengan berbagai instansi yang mau mendonasikan buku, seperti BPAD, BNN terkait buku- buku tentang narkoba, Dinas Kesehatan terkait buku- buku dan leaflet kesehatan, Penerbit, Alumni, dll. Selain itu kami juga menjalin Silang Layan (tukar menukar buku dengan perpustakaan lain).
3). Melengkapi sarana pendukung seperti internet, komputer, AC, rak buku, rak DVD, meja dan kusi baca, dll.
4). Otomasi / pengolahan buku secara digital dengan sofware Slim Senayan. Hal ini memudahkan petugas perpustakaan ketika melayani pemustaka.
5). Peningkatan kualitas dan kuantitas petugas perpustakaan agar pemustaka bisa terlayani dengan lebih baik.
6). Membentuk Kader Literasi sebagai promotor meningkatkan minat baca siswa. Berbagai kegiatan dirancang untuk menggalakkan literasi seluruh warga sekolah.

Upaya sekolah yang telah dilakukan tersebut diharapkan Perpustakaan “Ki Hadjar Dewantara” SMA Negeri 1 Banguntapan semakin bagus gedungnya, semakin nyaman ruang bacanya, baik indoor maupun outdoor, semakin lengkap koleksinya dan semakin cepat pelayanannya sehingga seluruh warga sekolah tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan. Harapannya tingkat literasi akan meningkat, sehingga punya kontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa. Perpustakaan sekolah juga mendukung percepatan pemahaman materi yang disampaikan guru dalam kelas, dengan asumsi minat baca siswa sudah semakin tinggi sehingga mereka mendahului membaca sebelum materi dijelaskan di dalam kelas.

BACA JUGA:  Pendidikan Karakter dan Ironi (Guru) Madrasah

Kebisaaan membaca yang sudah terbentuk perlu dibangun dan ditingkatkana dengan penyediaan perpustakaan yang memadai baik kenyamanan ruang, kelengkapan koleksi, system pelayanan maupun keramahan pelayanan. Pada akhirnya pengembangan perpustakaan di sekolah akan berdampak pada kualitas lulusannya.