Penggunaan Video Pembelajaran Bersinergi dengan Pelaksanaan KKN Tematik

Pencegahan Dan Penanggulangan Dampak Covid-19 Upi Kampus Purwakarta

Tahun 2020 merupakan tahun pertama Indonesia melaksanakan pembelajaran secara daring. Ada hal tak terduga yang datang ke negeri kita ini, yaitu wabah virus corona atau sering disebut Covid-19. Banyak hal yang terkena imbas dari penyebaran virus ini, dimulai dari bidang perekonomian hingga yang paling berdampak pada anak yaitu di bidang pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran yang biasanya dilakukan tatap muka antara guru dan siswa di dalam kelas, kini hanya bisa dilaksanakan secara online atau secara daring. Kegiatan daring ini dilakukan oleh berbagai jenjang pendidikan dimulai dari SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi (PT). Tidak ada cara lain yang dapat ditempuh pemerintah selain membatasi tatap muka di dalam kelas untuk memperkecil angka penyebaran covid-19 ini.

Pada awal pembelajaran daring dilaksanakan, para guru belum siap dengan kegiatan yang baru, perlu penyesuaian dengan kondisi tersebut, dan mau tidak mau guru lebih bekerja keras dalam pelaksanaan pembelajaran. Banyak hal yang menjadi kendala dalam pembelajaran ini, salah satunya tidak sedikit guru yang gagap teknologi dan tidak sedikit juga anak yang tidak punya media elektronik.

Selain guru, orang tua pun tidak sedikit yang mengeluh dengan pembelajaran daring ini, banyak orang tua yang keterbatasan dalam hal biaya untuk membeli kuota dan banyak pula yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan pendampingan belajar apalagi dalam mendampingi belajar matematika.

“saya kerepotan dalam mengajarkan matematika” kata Ibu Tita (wali siswa kelas 4).

Imbas pandemi juga dirasakan oleh perguruan tinggi salah satunya Universitas Pendidikan Indonesia, pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan di lapangan kini harus dilaksanakan secara daring, tetapi tidak meninggalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa KKN UPI Purwakarta, Elisya Rahmawati dengan dosen pembimbing Hayani Wulandari, M. Pd melaksanakan KKN di Kecamatan Subang. Kegiatan dilaksanakan terhitung pada tanggal 17 November 2020 yang lalu, berbagai program yang akan dilaksanakan diharapkan mampu membantu kegiatan belajar di sekolah dasar.

Salah satu program yang sedang dilaksanakan yaitu melaksanakan pendampingan terhadap guru, siswa dan orang tua siswa di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Subang, yaitu SDN Ligarmanah. Pendampingan pembelajaran yang dilaksanakan dengan membuat video pembelajaran mengenai materi yang akan dilaksanakan dan yang sedang dilaksanakan. Melalui video pembelajaran ia juga berharap dapat membantu proses pembelajaran agar berjalan dengan baik, walaupun dilaksanakan secara daring.

Ibu Ika merupakan wali kelas dari kelas 4, beliau mengatakan bahwa video pembelajaran sangat penting  apalagi di masa pandemi ini, yang dapat  menjadi jembatan interaksi antara guru dan siswa. Video pembelajaran akan lebih bermakna karena penyampaian lebih mudah seperti tatap muka di dalam kelas apalagi didukung dengan audiovisual, tambahan musik dan gambar serta animasi lebih dapat menarik perhatian siswa dari sekedar mengerjakan soal. Video pembelajaran mendukung keberhasilan pembelajaran karena dapat memfasilitasi semua tipe gaya belajar siswa.

“Alhamdulillah video yang dibuat mendapatkan respon positif dari orang tua siswa” ucap Ibu Enen ( wali kelas dari kelas 5)

Tak hanya guru, siswa pun diberikan video ketika mereka membutuhkan penjelasan materi yang mereka anggap sulit.

“Gita ngerti bu ketika ibu menjelaskan lewat video”ucap gita (siswa kelas 4)

Penulis pun berharap bahwa kegiatan KKN yang dilakukan dengan menggunakan video pembelajaran dapat bermanfaat bagi guru, siswa dan orang tua lainnya.

Harapan terbesar saat ini pembelajaran dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka di sekolah. Untuk itu masyarakat diharapkan bersama pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus ini dengan mengikuti protokol kesehatan dan menerapkan 3 M.