Rakyat Kian Jengah, Adakah Solusi Efektif dari Pemerintah?!

Oleh Ummu Aziz

Pemerhati Urusan Umat

Rakyat sudah jengah dengan berbagai macam kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah mulai dari keberpihakan kepada para pengusaha daripada rakyatnya. Contohnya yang baru ini terjadi penangkapan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh rakyat yang tidak mematuhi protokol kesehatan pada saat PPKM. Namun, disisi yang lain kalangan para elit yang tidak mematuhi protokol kesehatan justru tidak ditindak, hukum saat ini bak pisau yang tajam ke bawah tumpul ke atas. Berbagai kebebasan saat ini yang dibiarkan oleh pemerintah dengan dalih hak asasi manusia salah satunya adalah kebebasan berpendapat, namun nyatanya begitu rakyat mengutarakan pendapatnya justru dipidanakan. Kemudian terkait masalah ekonomi apa yang dialami bangsa ini bagaikan jatuh tertimpa tangga, disaat PPKM diberlakukan rakyat dilarang keluar rumah, disisi yang lain kebutuhan ekonominya tidak ada yang menjamin, alhasil rakyat semakin tercekik. Belum lagi negara justru menjadikan rakyatnya sebagai tameng untuk berhutang secara terus menerus dengan alih-alih demi kepentingan rakyat, namun nyatanya rakyat tidak merasakan itu semua.

Berbagai macam kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah nyatanya tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini. Dari tahun ke tahun rakyat menginginkan perubahan agar kehidupan yang dijalani sejahtera. Pemilu pun setiap 5 tahun sekali dilaksanakan untuk mengganti pemimpin yang akan melaksanakan amanah mengurus rakyatnya, akan tetapi kenyataannya setiap berganti pemimpin kehidupan rakyat tidak berubah kearah yang lebih baik dan kemiskinan semakin meningkat.

Sejatinya rakyat sudah jengah dengan semua problem ini. Sungguh, rakyat menginginkan perubahan agar kehidupan menjadi sejahtera. Buktinya, setiap 5 tahun sekali rakyat memilih para pemimpin untuk melaksanakan amanah yakni mengurusi rakyatnya. Tetapi kenyataannya, pergantian pemimpin tetap terjadi namun kehidupan rakyat tidak menunjukan perubahan kearah yang lebih baik. Bahkan, kemiskinan pun semakin hari semakin meningkat tajam. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin pun semakin terbuka lebar. Pertanyaannya, mengapa semua ini bisa terjadi ?

BACA JUGA:  Natuna: Surga yang Diperebutkan

Jika kita cermati secara mendalam maka semua problematika ini saling berkaitan satu sama lain. Namun, sejatinya semua itu berakar pada satu sebab yakni penerapan sistem sekuler kapitalis demokrasi yang menafikkan peran Allah SWT agama dalam kehidupan, serta memberikan hak membuat hukum pada manusia yang lemah dan terbatas.

Duhai umat, mari sejenak kita renungi betapa kehidupan saat ini terasa begitu jauh dari keberkahan. Alam seakan marah karena bangsa ini sudah melewati batas. Mengapa ? Jelas, karena saat ini begitu banyak hukum Allah dengan berani dicampakan dan diganti dengan hukum buatan manusia.