OPINI  

Remaja dan Dunia Maya,Sudahkan Menyadarinya?

 oleh:
Kiptiah,SPd (Guru SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah,di Kalimantan Utara)
Drs.Priyono,MSi ( Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta )

DUNIA MAYA

Tak pernah dibayangkan
Perubahan yang serba instant
Perkembangan teknologi
Merubah jagad informasi

Barang mungil menggetarkan
Tak lepas dari genggamana
Membuat kemudahan bagi yang menggunakan
Tapi jangan salahkan bila keliru memainkan

Usia remaja usia stabil
Perlu pengawalan
Guru dan ortu jadi pahlawan
Agar anak tetap sopan

Dunia maya dunia kemudahan
Dunia penuh sensasi dan hiburan
Esensi teknologi gak boleh dilupakan
Seni, teknologi dan moral harus bergandengan

Remaja merupakan perubahan usia antara masa anak-anak menuju masa dewasa, yang ditandai dengan adanya perubahan cara berpikir, perubahan fisik, terjadinya perubahan sosial atau bahkan perubahan secara psikis. Usia remaja merupakan kondisi usia yang identik dengan ego yang tinggi, keinginan bebas yang tidak ingin dikekang. Kebebasan ini banyak disalahartikan sebagai kekebaasan diri yang tak bertanggungjawab.

Lalu usia berapa kah dikatakan remaja ? menurut ahli yang bernama Monks membagi remaja ke dalam berbagai fase-fase masa remaja yaitu fase remaja awal, pada fase ini remaja yang berusia antara 12 s.d 15 tahun tergolong pada remaja fase awal yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan jasmani dan perkembangan intelektual. Pada fase ini remaja tidak mau dikatakan kanak-kanak akan tetapi remaja fase awal belum bisa meninggalkan sifat kekanak-kanakannya. Fase selanjutnya adalah remaja pertengahan, pada fase ini remaja yang berusia antara 15 tahun sampai 18 tahun. Pada fase ini, remaja sudah memiliki kesadaran akan kepribadian serta rasa percaya diri yang mampu menemukan jati dirinya. Fase yang terakhir adalah masa remaja akhir, fase remaja yang berusia antara 18 tahun sampai 21 tahun. Fase ini ditandai dengan adanya kesadaran akan tujuan hidup yang mulai memahami arah kehidupannya yang sudah mengenal dirinya sendiri secara utuh. Remaja yang sudah memiliki pola pemikiran dewasa.

Usia remaja mudah sekali tergoncang secara psikologis, secara emosional serta mudah sekali tersulut amarah. Usia remaja merupakan usia yang dinamis, yang mudah sekali terpengaruhi oleh lingkungan sekitarnya entah itu teman sebaya, ataupunhan sentuhan media sosial dan media lainnya.

Tak dapat dipungkiri dengan perkembangan zaman yang serba canggih yang didukung oleh teknologi modern, tidak menutup kemungkinan dapat perpengaruh terhadap gaya hidup remaja.

Kalau kita berbicara tentang perrubahan zaman, tentunya zaman kita dulu akan berbeda sekali dengan zaman sekarang tapi orang tua harus tahu dan paham akan perubahan bahwa perubahan akan membawa dampak terhadap perilaku anak. Sering kita mengatakan “kenapa anak-anak sekarang berbeda sekali dengan zaman kita dulu ya ?”. Hal ini mungkin dapat dipengaruhi oleh terjadinya pergeseran zaman.

Zaman yang semakin maju dan modern yang mendorong terjadinya modernisasi di seluruh penjuru dunia, yang tentu saja berdampak pada kehidupan terutama remaja. Remaja banyak mengidolakan artis seperti K-pop sehingga mereka mengikuti gaya idolanya tersebut.

Perkembangan zaman yang canggih daan modern juga mempengaruhi perkembangan alat komunikasi. dari zaman ke zaman alat komunikasipun mengalami perkembangan yang begitu pesat. Mulai dari perkembangan alat komunikasinya sampai dengan adanya jaringan internet yang mampu merubah dunia. perkembangan smartphone yang menjamur dimana-mana serta akses internet yang mudah, menjadikan kemudahan bagi setiap orang untuk menggunakannya.

Smartphone merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan orang, terutama pada usia remaja. Hampir semua remaja tidak bisa lepas dari smartphone, kapan saja dan dimana saja remaja tidak bisa jauh dari smartphone.

Menurut Kemenkominfo mencatat terdapat 167 juta penduduk Indonesia sudah menggunakan smartphone atau 89% dari total penduduk Indonesia. sedangkan pengguna smartphone paling banyak adalah pada rentan usia 20-29 tahun sebesar 75,95 % (Puslitbang Aptika IKP Kominfo). Hal ini menunjukkan bahwa kalangan remaja banyak menggunakan smartphone. Menurut laporan We Are sosial, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022.

Saat ini penggunaan smartphone tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi saja, akan tetapi sudah memiliki beragam fungsi seperti untuk foto, akses internet bahkan tersedianya aplikasi berupa fasilitas media sosial menambah daya tarik tersendiri dalam penggunaan smartphone dalam kalangan remaja.

Berdasarkan hasil wawancara dari narasumber serta dari angket yang disebar ke beberapa siswa, ternyata smartphone atau gadget merupakan barang yang sangat penting baginya, karena dengan menggunakan smartphone ini memudahkan berkomunikasi serta bermain sosial media seperti facebook, instagram ataupun yang lainnya. Cukup dengan memiliki smartphone atau gadget maka kita sudah dapat mengakses informasi kapan dan dimana saja melalui media sosial, dengan memanfaatkan media sosial dapat menyampaikan apa saja informasi yang berkaitan dengan aktivitas baik itu secara individu ataupun secara berkelompok yang dapat diakses oleh siapapun.

Berdasarkan hasil survei penulis melalui pengisian angket yang diambil dari sampel anak usia remaja, hampir seluruhnya memiliki smartphone serta menggunakan akun media sosial sebagai salah satu untuk mencari informasi, berkomunikasi dengan teman sebaya.

Biasanya media sosial yang mereka gunakan seperti facebook, instagram, whatsapp hingga tiktok. Media sosial sendiri memiliki pengaruh yang besar terhadap perubahan serta perkembangan seorang remaja. Mereka secara sadar mengetahui dampak dari penggunaan media sosial. Media sosial dapat dipahami sebagai suatu platform secara digital yang memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi ataupun untuk membagikan konten-konten baik itu foto, maupun video. Media sosial mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan banyak digandrungi oleh para remaja, orang tua, bahkan anak-anak sekalipun.

Para remaja banyak menghabiskan waktu hanya untuk bermain media sosial. Dalam beraktivitaspun mereka tak pernah meninggalkan media sosial. Remaja bisa menghabiskan waktunya lebih dari 1 jam dalam bermain media sosial, apalagi kalau ada di daerah yang baru merasakan adanya jaringan 4G yang lumayan bagus sehingga bermain media sosial menjadi barang baru bagi mereka.

Dengan begitu asyik bermain smartphone yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, maka remaja lupa dengan tugas belajar dari sekolah. Selain itu, hasil survei juga menjelaskan bahwa penggunaan media sosial bukan hanya untuk mencari hiburan, namun melalui media sosial mereka cepat mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, mencari teman baru untuk berinteraksi, bahkan media sosial dijadikan sebagai ajang untuk seseorang bisa menjadi viral.

Lalu bagaimana kah dampak dari media sosial bagi remaja? tentunya ada dampak yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial tersebut,selain berdampak baik bagi penggunanya yaitu memudahkan dalam berkomunikasi, mencari informasi, akan tetapi ada dampak buruk yang dapat dirasakan oleh pengguna media sosial diantaranya jika remaja menghabiskan waktunya untuk bermain media sosial mereka jarang sekali berkumpul dengan teman sebayanya secara langsung dilansir dari hasil angket yang mereka isi. Jika hal ini dibiarkan, maka ditakutkan mereka kurang bersosialisasi ataupun berinteraksi dengan dunia nyata sehingga menjadikan orang yang kurang peduli atau cuek dengan lingkungan sekitarnya.

Bahkan dengan penggunaan media sosial yang tak terkontrol menjadikan remaja malas untuk belajar, karena hampir semua waktunya dihabiskan hanya untuk mengotak ngatik isi media sosial. Remaja sekarang lebih banyak mengikuti trend yang sedang viral di media sosial yang mereka lihat, sehingga dapat mempengaruhi prilaku remaja. seperti kata-kata yang bermakna tidak baik mereka pun ikuti yang notabennya tidak semua anak remaja mengetahui arti dari kata-kata tersebut yang tak semestinya diucapkan yang menjadikannya sebagai sesuatu yang lumrah untuk diucapkan.

Belum lagi cara berpakaian, cara bergaul bahkan joged-joged yang viral pun mereka ikuti yang menujukkan hal yang jauh dari kata sopan santun. Masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan oleh karena itu perlu ada kontrol diri dalam penggunaan smartphone untuk media sosial, pandai-pandai memilah konten yang ada dalam media sosial, dan orang tua pun ikut terlibat dalam pengawasan penggunaan smartphone.

Orang tua juga harus mampu mengkontrol anak-anaknya dalam penggunaan smartphone. Perlu disadari bahwa sebagai remaja harus bijak dalam penggunaan smartphone untuk konten media sosial, agar tak terjerumus pada hal-hal yang negatif yang dapat merugikan diri sendiri ataupun bagi orang lain. Kalau bukan diri kita sendiri yang membentengi diri, lalu siapa lagi? Guru harus punya peran yang berarti dalam mengarahkan fungsi hp agar menjadi media yang bernilai teknologi, bernilai peningkatan wawasan , akan tetapi juga bernilai moral. Teknologi tetap sebagai saran untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.