Tahun 2050, Jumlah Penduduk di Dunia Semakin Banyak atau Sedikit?

Oleh: Ulfa Della Nova Tilova

Mahasiswa geografi UMS

Jumlah penduduk sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan banyak aspek dalam kehidupan. Baik berkaitan dengan pendidikan, pangan, lingkungan, kemajuan suatu negara dan lain-lainnya. Jumlah penduduk yang terlalu banyak tentu akan membawa masalah ketika melebihi kapasitas dari daya dukung lingkungan. Beragam permasalahan yang diakibatkan oleh jumlah penduduk yang tinggi yaitu semakin berkurangnya ruang terbuka hijau, banyaknya pemukiman kumuh, pengangguran, kemacetan, bencana dan masih banyak lagi.

Seperti yang telah diungkapkan dalam teori Malthus atau Malthusian, bahwa laju pertumbuhan penduduk itu seperti deret ukur dan laju pertumbuhan pangan seperti deret hitung, dimana maksud dari pernyataan tersebut yaitu laju pertumbuhan penduduk lebih cepat dibandingkan dengan laju pangan, akibatnya adalah semakin banyak jumlah penduduk maka ancaman terhadap krisis pangan juga akan semakin tinggi.

Peningkatan jumlah penduduk di dunia yang tinggi ini saat ini disebabkan karena tingkat kematian yang semakin menurun. Penurunan tingkat kematian ini terjadi karena tingkat kesehatan yang semakin baik. Dimana teknologi kesehatan semakin berkembang pesat dan beragam penyakit mampu ditangani dengan baik. Tingkat keselamatan ibu dan bayi yang lahir dengan selamat juga memiliki angka yang tinggi.

Jumlah penduduk saat ini telah mengalami peningkatan yang sangat drastis dari tahun ke tahun. Penduduk dunia saat ini menurut data World Population Data Sheet yang telah dibuat oleh Population Reference Bureau yang berkantor pusat di Washington DC Amerika Serikat telah mencapai angka 7,7 milyar di tahun 2019 yang sebelumnya jumlah penduduk didunia pada tahun 2018 menurut data yang sama adalah 7,6 milyar dan telah diprediksi akan meningkat menjadi 9.9 milyar di tahun 2050 dengan peningkatan sebesar 29% jika diestimasikan dengan jumlah tahun 2018.

Tercatat juga sebanyak 52 negara didunia akan merencanakan sensus penduduk di tahun 2020 salah satunya adalah Negara Indonesia. Indonesia melakukan sensus setiap 10 tahun sekali Dimana sensus ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penduduk serta sebagai acuan data yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan pembangunan.

Pertumbuhan penduduk memang selalu diestimasikan akan selalu tinggi nilainya. Seperti yang telah diungkapkan diatas bahwa pada tahun 2050 estimasi penduduk mencapai 9,9 milyar jiwa. Tetapi bagaimana jika suatu ketika terdapat pandemi yang dasyat, yang mempu menyebabkan korban hingga jutaan jiwa? misalnya dengan adanya pandemi saat ini seperti Virus corona atau covid-19? Apakah jumlah penduduk pada tahun 2050 yang diestimasikan tinggi mencapai 9.9 milyar apakah akan sesuai atau malah tidak sesuai atau bahkan angkanya menjadi kecil. Misalnya suatu ketika ditemukan pandemi baru yang bisa menelan banyak korban jiwa?

Seperti yang telah diungkapkan oleh WHO, bahwa selain pandemi covid-19 ternyata banyak virus maupun bakteri lain yang telah booming sebelumnya, seperti terdapat wabah kolera yang terjadi tahun 1817-1823 yang mampu menewaskan 1,3-4 juta orang dengan penularan melalui makanan dan air yang telah terkontaminasi oleh bakteri, lalu ada HIV/ Aids yang bermula pada tahun 1976 hingga sekarang dan masih belum ditemui obatnya dan menyerang sistem kekebalan tubuh, saat ini terdapat 75 juta orang yang terinfeksi oleh HIV/Aids. Lalu terdapat flu hongkong atau Hongkong flu pada tahun 1968-1970 yang memakan korban lebih kuran 1 juta jiwa. Selanjutnya di tahun 2002-2003 terdapat SARS atau sindrom pernapasan akut, wabah ini menyebar sangat cepat dan lebih dari 8000 orang terinfeksi. Lalu terdapat Ebola pada tahun 2014-2016 yang telah membunuh 11.325 orang dan yang lagi on going saat ini adalah covid-19.

Telah diungkapkan dalam buku Joseph J. Hobs dalam bukunya yang berjudul World Regional Geography yang menyatakan bahwa perhitungan terhadap populasi penduduk merupakan suatu hal yang penuh dengan ketidakpastian.apakah tingkat kematian yang tinggi disebabkan oleh HIV/Aids atau epidemi yang lain. Pertanyaan tentang seberapa banyak manusia yang hidup di dunia ini sama saja dengan pertanyaan apakah Negara miskin di dunia akan menjalani transisi demografis? Apakah pada tahun X akan ada bencana yang sangat besar hingga menelan banyak korban jiwa? Dan seterusnya.

Estimasi terhadap pertumbuhan jumlah penduduk dimasa depan merupakan hal yang penuh dengan ketidakpastian. Hal-hal yang tidak di prediksi sebelumnya bisa saja terjadi suatu saat. Beragam program-program pemerintah dilakukan dan diterapkan saat ini seperti Indonesia dengan menerapkan kebijakan Keluarga Berencana dengan semboyan dua anak cukup. Negara China dengan penurunan jumlah penduduk yang tajam dengan kebijakannya satu anak. Dan Negara-negara lain yang sedang berjuang dengan kebijakannya untuk mengontrol jumlah penduduknya seperti Pakistan, India, Sehingga tentu dengan kebijakan-kebijakan yang sukses akan mengurangi jumlah kepadatan penduduk saat ini, dan bisa saja pada tahun 2050 angka yang diestimasikan tinggi akan menjadi sedikit. (*)