Teknologi Drone untuk Pembangunan Desa

Oleh : Ulfa Della Nova Tilova
(Mahasiswa Fakultas Geografi UMS)

Desa merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu Negara. Dimana pembangunan Nasional dapat dikatakan berhasil apabila desa sebagai lingkup terkecil dari suatu Negara telah diperhatikan dengan baik dari sisi kemajuan maupun kemandiriannya di berbagai bidang.

Pada masa orde baru pembangunan suatu desa cenderung dilakukan oleh pemerintahan pusat (dilakukan penyeragaman), dan pada masa ini pembangunan desa lebih mengarah pada top-down (dari pemerintah pusat-desa), sedangkan pada era reformasi pembangunan desa lebih dilakukan dengan diserahkan kepada pemerintah desa, pemerintah pusat hanya berlaku sebagai fasilitator, baik seperti pemberi dana, pengawasan maupun pembinaan, sehingga berlanjut hingga saat ini pembangunan desa secara substansial dilakukan dengan bottom-up maupun kombinasi dengan top-down.

Desa sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu Negara dikarenakan sebagian besar wilayah di Indonesia masih berbentuk pedesaan, dimana fungsi utama desa salah satunya adalah hinterland bagi kota, baik sebagai penyedia bahan pokok, bahan baku, maupun suplai tenaga kerja. Karena fungsi ini menyebabkan keberadaan atau eksistensi desa harus tetap dijaga. Salah satu cara agar desa tidak mengalami ketertinggalan yaitu dengan melakukan pembangunan dengan menyusun perencanaan desa yang matang.

Dengan adanya dana desa yang diberikan oleh pemerintah pusat maka tentu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, salah satunya dengan pembuatan peta desa.

imana peta desa ini bermanfaat agar desa mengetahui batas wilayah yang jelas serta tertib dalam hal administrasi sehingga perencanaan pembangunan desa yang akan dilakukan dapat maksimal. Fakta yang terjadi di lapangan yaitu banyak desa yang masih mengalami ketertinggalan dalam hal aktualisasi data spaisal, seperti desa yang kami temui dalam kegiatan kami yaitu Desa Janti Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Sehingga ketertinggalan dalam hal aktualisasi data ini dapat berdampak pada wilayah tersebut.

Peta sangat berpengaruh besar terhadap pembangunan suatu wilayah, dimana peta mampu memberikan gambaran baik kondisi fisik, sosial, ekonomi, penduduk, pendidikan, maupun yang lain. Perubahan penggunaan lahan di suatu wilayah akan berjalan dinamis seiring dengan bertambahnya waktu, peta juga dapat digunakan sebagai monitoring, evaluasi, maupun digunakan sebagai acuan atau landasan dalam merencanakan suatu pembangunan.

Penggunaan Teknologi drone saat ini tidak hanya digunakan untuk pembuatan fotografi (melalui pemotretan dari atas/ udara) ataupun videografi, tetapi penggunaan teknologi drone saat ini juga dapat digunakan untuk percepatan pemetaan desa yang dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Seperti teknologi drone UAV (Unmaned Aerial Vehicle) sangat cocok untuk digunakan pemetaan desa. Beragam manfaat yang dapat diberikan dari pemetaan desa menggunakan teknologi drone antara lain:

1. Aktualisasi data
Hasil pemetaan desa yang merupakan peta citra yang dihasilkan dari perekaman menggunakan teknologi drone lebih aktual dan sesuai denga kondisi dilapangan, mampu memberikan gambaran muka bumi desa tersebut secara terkini, berbeda jika menggunakan pemetaan dengan memakai Google Earth dimana banyak objek yang sudah mengalami perubahan.
2. Efisiensi
Efisiensi dalam pembuatan peta citra menggunakan teknologi drone dilakukan sangat cepat, kebutuhan waktu sesuai dengan luasnya desa, biasanya dalam pemetaan menggunakan teknologi drone memerlukan waktu berkisar 2-3 hari, dari segi biaya pun cukup terjangkau.
3. Resolusi tinggi
Hasil perekaman menggunakan teknologi drone mampu memberikan hasil peta dengan resolusi yang tinggi, ini dikarenakan perekaman drone yang memiliki jarak yang dapat disesuaikan.

Adapun gangguan yang dapat terjadi dari pemetaan menggunakan teknologi Drone yaitu teknologi drone UAV (Unmanned Aerial Vehicle) tidak dapat digunakan saat hujan, selain itu apabila di lokasi perekaman terdapat atau dekat dengan tower radio maka dapat mengintervensi jaringan radio antara remote control dengan teknologi drone UAV. Sehingga hal ini perlu dihindari karena dapat menyebabkan drone Lost contact.

Tentu dalam pemetaan menggunakan teknologi drone ini mampu akurat, hal ini juga dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dengan mencocokan hasil perekaman dengan batas desa saat ini. Koordinasi yang baik antara pemerintah desa dengan pembuat peta akan menyebabkan hasil peta seperti batas administrasi yang jelas dan valid. Sehingga kesalahan informasi yang mungkin akan ditimbulkan mampu terminimalisir dengan baik. (*)