Pemkab Karawang Daftarkan 2.400 Pekerja Seni jadi Peserta BPJS Kesehatan

Pemkab Karawang Daftarkan 2.400 Pekerja Seni jadi Peserta BPJS Kesehatan
PENGHARGAAN: Plt Bupati Karawang, Aep Syaepuloh memberikan apresiasi kepada pekerja seni.

KARAWANG-Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, telah mengambil langkah yang positif dengan melibatkan ribuan pekerja seni menjadi peserta BPJS Kesehatan. Upaya tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi pera pekerja seni dalam melestarikan seni dan budaya Karawang.

Menurut Plt Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, saat ini terdapat sekitar 2.400 pekerja seni yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Data ini dikumpulkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang agar mereka dapat diikutsertakan dalam program ini.

“Sampai saat ini ada sekitar 2.400 pekerja seni yang tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan,” kata Pelaksana Tugas Bupati Karawang, Aep Syaepuloh di Karawang, Minggu, (26/11).

Sebagai upaya membantu pekerja seni tersebut, Pemkab Karawang akan menanggung iuran BPJS Kesehatan mereka melalui anggaran yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan setempat.

“Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Karawang dalam memperhatikan dan memberikan perhatian khusus kepada seniman dan budayawan di daerah tersebut,” ujar Aep Syaepuloh.

Selain menjadi peserta BPJS Kesehatan, Pemkab Karawang juga memberikan apresiasi kepada para seniman dan budayawan melalui pemberian uang ‘kadeudeuh’ atau apresiasi pada akhir pekan lalu. Sebanyak 50 seniman dan budayawan yang telah diverifikasi dan layak menerima apresiasi ini.

“Pemberian uang ‘kadeudeuh’ dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para pelaku seni, agar tetap berkarya dan terus menciptakan karya yang bermanfaat bagi Karawang,” katanya.

“Hal tersebut merupakan langkah yang sangat positif, karena mendukung para seniman dan budayawan untuk terus berkreasi dan mengekspresikan diri mereka di tempat yang lebih luas,” imbuhnya.

Selanjutnya, Pemkab Karawang akan berusaha agar para seniman dan budayawan Karawang mendapatkan tempat atau wadah untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka di tingkat yang lebih tinggi.

“Kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang akan menjadi modal penting untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.

Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak terkait, para seniman dan budayawan Karawang akan memiliki kesempatan untuk tampil dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan, hotel, dan restoran di Karawang.

“Hal ini akan memberikan mereka peluang yang lebih luas untuk memperlihatkan bakat dan karya mereka kepada masyarakat,” katanya.

Pemkab Karawang mengambil langkah yang tepat dalam memperhatikan keberadaan dan kebutuhan para seniman dan budayawan. Melalui program BPJS Kesehatan dan pemberian apresiasi, mereka memberikan dukungan yang nyata dan berarti bagi perkembangan seni dan budaya di Karawang.

“Semoga langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mendukung dan melestarikan seni dan budaya di Indonesia,” katanya.(ddy/ery)