Pengelolaan Praktikum Geografi yang Tepat untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi

Opini
Opini
0 Komentar

Oleh : 

Arief Laksono, S.Pd.

Guru Geografi SMA Negeri 1 Petarukan, 

Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah

 

Kurikulum merdeka tidak hanyak menuntut kreativitas bagi siswa, melainkan bagi guru untuk memberikan pembelajaran yang menarik. Kemajuan zaman dapat disadari merubah paradigma kita dalam dunia pembelajaran. Pembelajaran teoritis di kelas cenderung membuat siswa merasa bosan. Begitu juga dalam pembelajaran geografi. Geografi adalah tempat yang tepat bagi guru untuk terus berkreativitas. Banyak sekali pembelajaran yang menarik diluar kelas yang dapat dilakukan daripada sekadar mencatat teori lewat buku tulis siswa. Namun guru terkendala berbagai macam hal yang harus dilakukan sebelum melaksanakan aktivitas diluar tersebut.

MGMP harus menjadi peran yang penting dalam memperkaya khazanah guru geografi dalam memberikan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran. Ditambah dengan daya dukung melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) supaya guru bisa diarahkan untuk memberikan pembelajaran yang bermakna. MGMP seharusnya bisa memfasilitasi guru bagaimana pembelajaran saat setelah adanya perubahan kurukulum menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka menuntut guru supaya bisa menyelenggarakan Pembelajaran Berdiferensiasi. MGMP tidak hanya dimaknai saling berkumpul dan bertatap muka sesama guru dalam satu bidang. Harus ada sharing dan berbagi pengalaman serta saling bantu dalam mewujudkan hal tersebut.

Pembelajaran berdiferensiasi menuntut langkah guru agar menghadirkan pembelajaran yang jauh berbeda dari kurikulum sebelumnya. Perlu adanya alat peraga yang memadai dalam menunjang kegiatan pembelajaran tersebut. Seperti halnya dalam praktikum membuat peta dasar, harus ada alat memadai diantaranya seperti rapido, penggaris, kertas kalkir dan alat ukur yang dibutuhkan dilapangan seperti meteran. Bagaimana guru mampu mengkombinasikan masing-masing kemampuan siswa dalam membuat peta dasar tersebut. Butuh waktu yang tidak sebentar bagi siswa untuk membuat peta dasar yang berkualitas tersebut.

Baca Juga:Aqua Subang Bantu Perbaikan Jalur Lebaran Istiqomah Kunci Meraih Taqwa

Sangat banyak materi dalam pembelajaran geografi yang memerlukan adanya praktikum. Pada dinamika litosfer misalnya pada materi batuan penyusun litosfer. Perlu ada sekitar 12 sample batuan yang meliputi batuan beku, sedimen dan malihan. Guru juga sudah dibekali dengan profil yang ada pada batuan tersebut. Dengan membagi kelompok menjadi enam, masing-masing kelompok diarahkan untuk mencari tahu apa saja potensi yang ada pada tiap sample tersebut seperti nama sample, jenis sample, ciri-ciri, persebaran dan manfaat. Kemudian masing-masing kelompok mempresentasi hasil temuannya tadi.

0 Komentar