POTENSI BABY BOOM DIMASA PANDEMIK COVID-19

POTENSI BABY BOOM DIMASA PANDEMIK COVID-19
0 Komentar

Oleh :
Damar Setiawan (Mahasiswa Semester 4 Fakultas Geografi UMS)
Linawati Nurmasari (Mahasiswa Semester 4 Fakultas Geografi UMS)

Penyebaran pandemi Covid-19 atau akrab disebut dengan virus Corona merebak di Indonesia sejak awal bulan Maret dan sampai saat ini masih terjadi penambahan kasus postif dengan akumulasi total per 5 juli 2020 sebanyak 63.749 kasus positif.

Sehingga menyebabkan pemerintah mengharuskan masyarakat untuk Stay At Home atau biasa dikenal dengan sebutan “dirumah saja”, dimana masyarakat dihimbau melakukan aktivitas sehari – hari seperti bekerja, sekolah, beribadah dan bahkan belanja pun harus sebisa mungkin dilakukan dirumah saja. Hal ini menyebabkan interaksi yang lebih lama terjadi dengan keluarga didalam rumah.

Baca Juga:New Normal Bukan Normal !!!PSBB Berakhir, Klub Mars Latihan Perdana di Masa Pandemi

Dengan adanya himbauan-himbaun dari pemerintah tersebut, alhasil banyak sekali menimbulkan dampak – dampak yang luar biasa, salah satunya yaitu dampak terhadap penurunan pelayanan program Keluarga Berencana (KB). Hal inilah yang memicu tejadinya Baby Boom. Istilah Baby Boom sendiri yaitu diartikan sebagai ledakan angka kelahiran bayi. Peristiwa ini biasanya terjadi dalam satu waktu yang berdekat.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sudah berupaya mengantisipasi adanya Baby Boom dimasa pandemi Covid-19 ini, hal ini diungkapkan dalam webinar ‘Antisipasi Baby Boom Pasca Pandemi’.

Selain itu kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) juga menuturkan bahwa terjadi adanya penurunan peserta KB selama pandemi ini berlangsung. Selain itu beliau juga menuturkan bahwa kelompok dalam kegiatan pelayanan KB juga mengalami penurunan, hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor salah satunya yaitu adanya himbauan pemerintah untuk melakukan Physical Distancing dan “dirumah saja”.

Jika dianalisis, penyebab menurunan peserta program KB ini disebabkan karena kekhawatiran pasangan suami istri akan tertular virus Covid-19 yang akhirnya mengurungkan niat mereka untuk mengunjungi fasilitas kesehatan guna mengikuti program KB.

Selain itu hal tersebut juga disebabkan oleh adanya himbauan Physical Distancing yang dilakukan oleh petugas tenaga kesehatan terhadap pasien peserta KB, bahkan dibeberapa daerah juga meminimalisir jam buka pelayanan kesehatan dan banyak juga ditemukan klinik-klinik yang melayani program KB tutup dikarena mereka tidak bersiap selama pandemi ini berlangsung.

0 Komentar