Tak Terima Anaknya Ditilang, Amad Bawa Parang Kejar Polantas

BANYUASIN – Muhamad Nur Alias Amad tak terima anaknya ditilang anggota Satlantas Polres Banyuasin. Pria berusia 39 tahun, warga Jl Purbolinggo, Lk VI, RT 47/12, Kelurahan Betung, Kecamatan Betung Banyuasin, Suamtera Selatan itu nekat mengejar polantas yang menilang anaknya dengan membawa parang.

Anggota Satlantas tersebut diketahui bernama Angga Novriadi, berpangkat Bripka. Korban yang lari untuk menyelamatkan diri kemudian terjatuh ke saluran air alias got.

Kejadiannya di Jalan Palembang-Betung, Simpang Tugu Polwan, Kelurahan Betung, Kecamatan Betung, Banyuasin, Kamis (25/11) pagi dan viral di media sosial.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi Sik mengatakan kejadian berawal saat korban bersama rekannya Bripka Kusno sedang melaksanan kegiatan rutin kepolisian sebagai anggota Kepolisian Lalu Lintas di wilayah Betung.

“Saat itu korban melihat pengendara sepeda motor Yamaha Vega warna putih tidak memakai helm dan disetop,” ujarnya didampingi Kasatreskrim Ikang Ade Putra SIK, seperti diberitakan Sumeks.co, Kamis (25/11) sore.

Kemudian dilakukan pemeriksaan, setelah di periksa ternyata pengendara itu tidak membawa surat-surat kendaraan dan tidak mempunyai surat ijin mengemudi (SIM).

“Sehingga dilakukan sanksi tilang berupa penyitaan kendaraan,” beber Kanit Pidum Iptu Mukminin.

Usai ditilang itu rupanya pengendara melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, Muhamad Nur Alias Amad.

“Langsung datang ke lokasi menggunakan mobil taft, dan ada dua sajam di dalam mobil, ” tambahnya.

Kemudian tersangka sempat meminta kepada anggota lantas kunci motor anaknya sambil marah-marah, namun karena sudah diberikan tindak penilangan.