Sekda: Program KB Tak Hanya Tekan Jumlah Penduduk, Tetapi juga Kesejahteraan Masyarakat

Sekda: Program KB Tak Hanya Tekan Jumlah Penduduk, Tetapi juga Kesejahteraan Masyarakat

PASUNDAN EKSPRES-Sebagai upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) setempat menggelar kegiatan KB Bergerak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha mengatakan, pelayanan KB Bergerak ini digelar di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta.

“Pada hari ini, kita melaksanakan program KB bergerak serentak di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta. Tentunya terkait dengan program ini, program yang secara rutinitas yang selalu kita laksanakan dalam rangka pengendalian Kependudukan di Kabupaten Purwakarta,” Ucap Norman, saat ditemui di Klinik Wijaya Kusumah, pada Selasa, 28 November 2023.

Menurutnya, pelayanan KB Bergerak ini sangat berdampak terhadap kondisi kependudukan di Kabupaten Purwakarta utamanya kaitan dengan pengendalian penduduk. “Pelayanan KB Bergerak ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta terkait dengan upaya pengendalian laju jumlah penduduk. Selain itu, KB ini bertujuan tidak hanya untuk menekan jumlah penduduk tetapi juga kesejahteraannya,” ucap Norman.

Ia juga mengapresiasi kinerja jajaran DPPKB Purwakarta yang telah berusaha meningkatkan pelayanan KB kepada masyarakat Kabupaten Purwakarta.

“Saya juga apresiasi komitmen dari para PLKB, Penyuluh, TPD Pos KB Desa. Masyarakat sudah seharusnya dipermudah dalam mendapatkan pelayanan dibidang KB. Hal tersebut dibuktikan dengan penghargaan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat bahwa Kabupaten Purwakarta dinobatkan sebagai Kabupaten terbaik dalam pelayanan KB yang diselenggarakan oleh Kabupaten Purwakarta,” ungkap Norman.

Sementara, Kepala Bidang KB, pada DPPKB Kebupaten Purwakarta, Idi Junaedi menjelaskan, pelayanan KB Bergerak ini dalam rangka menjelang Hari Ibu dan sekaligus peringatan HUT Ke-62 Korpri.

“Pelayanan KB Bergerak ini bertujuan meningkatkan akses pelayanan KB berkualitas bagi Pasangan Usia Subur (PUS) dan meningkatkan penggunaan kontrasepsi. Kami juga berfokus pada peningkatan kesertaan KB modern, terutama metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta penurunan angka unmet need KB atau PUS yang tidak terlayani,” ujar Idi.

Dalam pelayanan KB Bergerak ini, kata Dia, tak hanya diikuti kaum perempuan saja, akan tetapi juga untuk kaum pria.

“Seperti di Klinik Wijaya Kusumah ini, kami tak hanya memberikan pelayanan KB untuk wanita, tapi kita berikan juga untuk pria. Untuk KB pria, dengan cara Metode Operasi Pria (MOP). Hari ini ada sebanyak 20 pria yang sudah di-MOP, sedangkan untuk pelayanan IUD dan Implant sebanyak 420 orang jadi total 440 orang,” ungkapnya.

Idi mengatakan, MOP dilakukan melalui operasi kecil, atau bedah minor, para suami yang bersedia divasektomi tidak dapat membuahi wanita karena alur transportasi sperma terhambat.

“Metode ini hanya disarankan untuk pasangan yang sudah memutuskan untuk tidak akan mempunyai anak lagi. Secara keseluruhan pria yang telah melakukan operasi karena keinginan sendiri atau mandiri dari pelaksanaan kegiatan untuk pencegahan istri tidak hamil lagi atau tidak perlu KB lagi,” ungkap Idi.(mas)