Soal Minta Jabatan Presiden 3 Periode, PDI-P: Tidak Pernah Secara Langsung Meminta

Presiden 3 Periode

PASUNDAN EKSPRES  – Ketua DPP PDI-P, Ahmad Basarah, dengan tegas mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah secara langsung meminta perubahan masa jabatan menjadi tiga periode kepada Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.

Penegasan ini dia sampaikan saat memberikan klarifikasi terkait pernyataan Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani, yang sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada permintaan dari Jokowi kepada Megawati terkait isu tiga periode.

Ahmad Basarah menjelaskan, “Pernyataan Mba Puan itu benar, memang Pak Jokowi tidak pernah secara langsung menyampaikan keinginannya untuk meminta kepada Ibu Megawati mengubah aturan masa jabatan presiden dalam Undang-Undang Dasar 1945 dari dua periode menjadi tiga periode.”

Basarah menegaskan bahwa permintaan amendemen UUD 1945 itu disampaikan oleh Jokowi kepada Megawati melalui perantaraan para pembantu di kabinet.

Hal ini sesuai dengan pernyataan yang sebelumnya diungkapkan oleh politikus PDI-P, Adian Napitupulu, yang pertama kali mengungkapkan adanya permintaan Jokowi untuk mengubah ketentuan terkait masa jabatan presiden.

“Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto) mengonfirmasi pengalamannya secara langsung terkait adanya pejabat-pejabat pemerintahan Presiden Jokowi yang menyampaikan keinginannya untuk mengubah masa jabatan dari dua periode menjadi tiga periode,” tambah Basarah.

Dengan demikian, Ahmad Basarah berpendapat bahwa tidak ada perbedaan atau pertentangan antara pernyataan Puan, Adian, maupun Hasto terkait permintaan Jokowi untuk dapat menjabat tiga periode.

Lebih lanjut, Basarah mengingatkan bahwa wacana mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode pernah menjadi perbincangan hangat yang disuarakan oleh sejumlah menteri dan ketua umum partai politik pendukung Jokowi.

“Saya kira di Google kita bisa lihat rekam jejak digitalnya, banyak pejabat-pejabat pemerintahan Presiden Jokowi yang menyampaikan gagasannya, keinginannya, untuk mengubah masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode,” tegas Basarah.

Perlu dicatat bahwa isu tiga periode kembali mencuat setelah Adian Napitupulu mengungkapkan konflik antara PDI-P dan Jokowi berawal dari penolakan PDI-P terhadap permintaan Jokowi untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden menjadi tiga periode.

Alasan penolakan tersebut adalah untuk menjaga kesetiaan terhadap konstitusi.

Puan Maharani, ketika ditanya mengenai pernyataan Adian, mengaku tidak mengetahui apakah Jokowi meminta perpanjangan masa jabatan kepada Megawati.

Namun, Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa ia pernah ditemui oleh seorang menteri yang memberikan pesan bahwa ada keinginan untuk memperpanjang masa jabatan presiden dari seseorang yang disebut sebagai “Pak Lurah,” sebuah julukan yang sering digunakan untuk merujuk kepada Jokowi.

“Saya bertemu dengan menteri tersebut dan dikonfirmasi bahwa sikap-sikap ketua umum beberapa partai yang menyuarakan itu (presiden tiga periode), saat itu dikatakan, ya sebagai permintaan ‘Pak Lurah’,” kata Hasto saat diwawancarai di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Jumat, 27 Oktober 2023.