Toko Busana Mario Plered Ludes Terbakar

Toko Busana Mario yang berlokasi di Jalan Raya Citeko, Kampung Pamoyanan, Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, ludes terbakar, Sabtu (25/3).
DOK POLSEK PLERED LUDES TERBAKAR: Kondisi Toko Busana Mario yang ludes terbakar di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
0 Komentar

 

PasundanEkspres-Toko Busana Mario yang berlokasi di Jalan Raya Citeko, Kampung Pamoyanan, Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, ludes terbakar, Sabtu (25/3).

Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain melalui Kapolsek Plered, Kompol Suparlan mengatakan, musibah kebakaran yang menghanguskan toko Busana Mario milik Indra Gandi (36) warga Kampung Cianting, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, ini terjadi sekitar pukul 08.00 pagi.

Aparat kepolisian dari Polsek Plered langsung melakukan olah TKP di Toko Busana Mario sesaat setelah api dipadamkan. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun, dugaan sementara diakibatkan korsleting listrik.

Baca Juga:Bakal Gelar Operasi Pasar Murah di 9 Kecamatan, Pemkab Bandung Barat Siapkan 28.000 Paket SembakoJalan Tanjung-Sumurbarang Cipunagara Rusak, Kades Tanjung Minta Jalan Segera Diperbaiki

”Dugaan sementara karena adanya korsleting listrik, tapi masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja seluruh dagangan yang ada di lantai dua toko tersebut ludes terbakar,” kata Suparlan, saat dikonfirmasi melalui gawainya.

Suparlan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan karyawan toko tersebut, api berasal dari ventilasi udara bagian belakang di lantai dua toko tersebut.

“Diduga dari korsleting listrik pada ventilasi udara, api kemudian menjalar ke seluruh ruangan di lantai dua dan barang-barang yang berada di lantai dua pun habis terbakar,” ujarnya.

Suparlan menyebutkan, api dapat dipadamkan dua jam kemudian oleh pemadam kebakaran yang dibantu warga sekitar.

“Penyebab kebakaran masih kami telusuri lebih lanjut. Untuk kerugian materi masih dalam proses penghitungan. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah bahkan lebih,” ucap Suparlan.(add/sep)

 

0 Komentar