Ultah

Ultah
0 Komentar

Akhirnya Joko Intarto sendiri yang menemukan nama baru. Yang langsung saya setujui: DisWay. Diambil dari judul buku tentang saya. Berjudul DI’s Way. Yang ditulis oleh xxx. Sebuah buku yang sangat menarik. Melihat saya dari sisi yang beda. Xxxx adalah mantan wartawan Kaltim Post. Koran yang saya bidani dengan semangat melawan iklim. Iklim apa saja: internal dan eksternal. Xxxx wartawan penuh ide. Prestasinya sangat baik. Tapi memilih berhenti menjadi wartawan. Justru ketika masih sangat muda. Dan masih sedang berada di puncak.
Beres.

Lalu ditodongkanlah senjata terakhir: kapan dimulai.
Saya tidak ragu lagi.

“Minggu depan. Tanggal 9 Februari 2018,” kata saya.
Itulah Hari Pers Nasional.

Sekalian untuk menandainya. Yang tahun itu puncak acaranya dilangsungkan di Padang. Yang saya belum tentu bisa hadir. Saya belum sembuh benar. Dari sakit yang tiba-tiba. Yang sangat mematikan: aorta disection. Aorta saya pecah. Pembuluh darah utama itu pecah sejak dari dekat jantung. Pecahnya memanjang sampai 50 cm. Lantaran tidak segera tertangani.

Waktu itu saya lagi bersama keluarga. Di Madinah. Umroh. Bersama istri, anak, menantu dan cucu. Pertama kali bisa umroh bersama seluruh keluarga. Secara lengkap.

Baca Juga:Dosen STIEB Perdana Mandiri Dapat Sosialisasi e-FillingKadinkes: Gejala TB Segera ke Puskesmas

Akhirnya toh tidak bisa umroh bersama. Saat masih di Madinah dada saya sesak. Punggung sakit. Tidak bisa bernafas. Sangat tersengal. Kalau bernafas harus sambil mendongak.

Saya merasa kena serangan jantung. Begitu tanda-tanda yang saya tahu. Dari sepupu saya yang meninggal seminggu sebelumnya.

Saya minta diantar ke dokter. Ternyata bisa diantar ke RS di Madinah. Tidak ditemukan apa-apa di jantung saya. Dokter mengatakan jantung saya istimewa.

Tapi pemeriksaan terlalu fokus di jantung. Salah saya sendiri. Mendesak dokter agar segera memeriksa jantung saya. Setelah disuntik penenang, dan disusul suntik morfin, rasa sakit berkurang. Saya diminta meninggalkan RS. Banyak pasien yang antre.

Saya putuskan tidak berangkat ke Mekah. Tidak kuat. Saya putuskan: Anak dan cucu tetap ke Mekah. Umroh. Azrul belum pernah ke Mekah. Saya dan istri tinggal di Madinah.

0 Komentar