VIRUS CORONA DAN DINAMIKA KAMPUS

VIRUS CORONA DAN DINAMIKA KAMPUS
0 Komentar

Oleh : 1. Drs.Priyono,MSi(Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi universitas Muhammadiyah Surakarta)

2.Nur Siti Aisah ( mahasiswi Geografi UMS dan aktivis IMM)

Beberapa waktu belakangan ini santer kabar akan merebaknya Covid-19 atau yang biasa kita sebut dengan virus corona. Kabar tersebut tentunya menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi Bangsa Indonesia,terlebih pada awalnya banyak yang menduga bahwasanya virus corona tidak akan sampai di negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

Hal ini didasari oleh spekulasi yang menyebutkan bahwa Covid-19 atau corona virus tidak dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia karena negara ini mendapatkan intensitas radiasi sinar matahari yang baik. Sayangnya spekulasi tersebut tidak terbukti secara penuh kebenarannya.

Baca Juga:Fadludin: Industri Karawang Terdampak Virus CoronaAntisipasi Corona, Sekolah di Karawang Diliburkan

Virus ini bahwa menjadi penjelajah seperti tak mengenal ruang, bahkan lintas benua, tidak hanya lintas Negara.

Fenomena yang lebih menyayat hati yaitu di saat negara lain sudah mulai pulih dari virus tersebut karena penanganannya yang cepat dan high technology, justru berbanding terbalik dengan keadaan negara kita saat ini.

Indonesia tengah menjadi sorotan dunia karena akhir-akhir ini dikabarkan ada warga negaranya yang terjangkit positif virus corona. Terlebih banyak beredar pemberitaan di media masa bahwa semakin bertambah masyarakat yang sudah menjadi suspect virus corona.

Data dari Sumber :John Hopkins University of Medicine mengabarkan bahwa hari ini Negara tercinta kita memiliki predikat nomor dua se dunia setelah Itali karena Covid 19.

Tingkat kematian Corona di dunia 5.408/145.003 atau 3,7 5 persen, sedangkan peringkat satu disabet Italia dengan perbandingan 1.266: 17.660 atau 7,1 persen, disusul nomor dua adalah Indonesia dengan perbandingan 5:96 atau 5,2 persen , kemudian Iran dengan rasio 514:11.364 atau 4,5 persen.

China yang merupakan negara pertama terjangkit virus Corona yang memiliki angka perbandingan yang tinggi tapi hasil rasionya lebih rendah dibanding Indonesia. China sabet peringkat ke enam dengan angka 3,9 persen.

Salah satu derah yang sudah terkena virus tersebut adalah Kota Solo. Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Solo, saat ini Kota Surakarta dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) Virus Corona.

0 Komentar