Waktu

Belajar Filsafat
0 Komentar

Waktu subjective adalah hakikat waktu itu sendiri. Dalam menjalani waktu yang menentukan adalah kesadaran kita. Perasaaan lama atau tidak, sebentar atau lama itulah yang menggugah kesadaran kita. Kesadaran akan makna waktu atau durasi yang dilalui.

Penghayatan terhadap waktu sifatnya eksistensial, berkaitan dengan penghayatan kita atas waktu (hidup) yang kita jalani. Maka pantas Agustinus dari Hippo atau juga dikenal sebagai Santo Agustinus atau Saint Augustine mengatakan, bahwa waktu hanya terdapat di dalam alam ciptaan. Karena waktu hanya dapat dirasakan dalam dimensi ruang, yaitu melalui gerak dan perubahan.

Kitalah yang memaknai waktu. Terpenjara oleh waktu. Atau waktu memberi kita kebebasan. Kebebasan adalah kesadaran untuk bekerja, bergerak, berkembang terus menerus, kreatif dan dinamis. Kebebasan dalam kesadaran yang memberi manfaat baik untuk kita, orang lain serta lingkungan sekitar kita. Itulah penghayatan kita terhadap waktu. Waktu yang membebaskan adalah pemaknaan terhadap kehadiran kesadaran kita untuk menjadi lebih bermakna dan bermanfaat.

Baca Juga:Kurikulum Paradigma Baru, Sebuah Harapan dan Tantangan Bagi GuruSiap Tinggalkan Pasar Smartphone? LG Patenkan Layar Lipat Perangkat Mobil

Dalam satu jam ada 60 menit, dalam satu hari ada 24 jam, dalam satu bulan ada 30 hari, dalam satu tahun ada 12 bulan. Waktu manakah yang kita gunakan, mekanis kah? Atau sekedar menjadi waktu linieritas dan siklus saja tanpa makna. Atau menjadi waktu subjective yang bermakna? Waktu adalah gerak dan perubahan. Sila di renungkan. Selamat Tahun Baru 2022.(*)

OLEH: Kang Marbawi

 

Laman:

1 2
0 Komentar