PASUNDANEKSPRES.CO – Letusan dengan intensitas tertinggi terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan ketinggian kolom erupsi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut, hal itu disampaikan oleh Petugas Pos Observasi Gunung Semeru, Liswanto, dikutip Antara, Senin pagi.
Menurutnya, kolom abu yang diamati berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Aktivitas Gunung Semeru pada Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat 36 kali gempa erupsi/gempa susulan dengan amplitudo 12-22 mm dan durasi gempa 86-156 detik, kemudian 3 kali gempa susulan dengan amplitudo 4-7 mm dan durasi gempa 33-73 detik.
Baca Juga:Penanganan Banjir di Jakarta Didorong Berbasis Kecamatan dan KelurahanEsports Awards 2025: PUBG Mobile Raih Gelar Game Mobile Esports Terbaik
“Gunung Semeru juga mengalami 3 kali gempa harmonik dengan amplitudo 10-11 mm, dan gempa tersebut berlangsung selama 118-360 detik, kemudian 1 kali gempa tektonik dalam dengan amplitudo 7 mm, S-P 19 detik dan gempa tersebut berlangsung selama 39 detik,” katanya.
Liswanto menjelaskan bahwa gunung tertinggi di Jawa itu masih dalam status siaga atau Level III, sehingga rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) adalah masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
“Di luar jarak ini, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (perbatasan sungai) sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena embusan awan panas dan aliran lava hingga jarak 17 km dari puncak,”
Masyarakat juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lempar batu (pijar).
Penulis: MUAMMAR QADAFFI
