PASUNDANEKSPRES.CO- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal.
Dari hasil analisis BMKG, musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi bulan Agustus 2026 dengan mencakup 429 zona musim (ZOM) atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Sedangkan wilayah lainnya akan mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026 sekitar 12,6 persen dan September 14,3 persen.
Baca Juga:Pertamina Buka Suara 2 Kapal Minyaknya yang Masih Terjebak di Selat HormuzKekhawatiran Cadangan Minyak Imbas Konflik Timur Tengah Dibahas Prabowo Bersama Para Mantan Presiden
Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,
Sementara itu wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.
Memasuki bulan Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau semakin meluas secara signifikan.
Kondisi kering ini akan mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Pulau Papua.
Pada periode September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT.
Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.
Fenomena La Nina BerakhirLebih lanjut, BMKG juga menjelaskan kondisi ini dipicu dengan berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026.
Baca Juga:Jenderal Bintang Dua Israel Ancam Indonesia Tak Urus Perang, Connie Bakrie: Intelejen Mereka KuatTak Semua WNI di Iran Ingin Dievakuasi, Menlu Sugiono: Baru 15 Orang Siap Dipulangkan

Kini La Nina telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.
Namun demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Nino kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal pada Rabu, 4 Maret 2026.
