Tak Mau Gegabah Keluar dari Board of Peace, Prabowo Utamakan Jalur Diplomasi Perdamaian

Prabowo Tak Gegabah Indonesia Keluar dari Board of Peace, Utamakan Jalur Diplomasi Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan untuk keluar dari dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP)-
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Presiden Prabowo Subianto tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan untuk keluar dari dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengatakan Presiden ingin agar upaya diplomasi melalui BoP dicoba terlebih dahulu sebelum mengambil langkah keluar dari forum tersebut.

“Tetapi posisi di Indonesia, posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 6 Maret 2026

Baca Juga:Fandi Ramadhan di Ambang Hukuman Mati, Siap Hadapi Vonis Kasus Sabu 2 Ton Hari IniAPTI Nilai Regulasi Pembatasan Kadar Tar dan Nikotin Bisa Matikan Petani Tembakau Indonesia

Namun demikian, ia menekankan bahwa pemerintah tak anti kritik bila ada pihak yang menyarankan agar Indonesia keluar dari BoP.

“Kalau ada yang menyarankan seperti itu, pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian. Bukan dengan jalan peperangan,” ungkapnya.

Ia menyebut Presiden sempat mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat berkontribusi dalam mendorong perdamaian dunia apabila tidak memiliki forum khusus untuk melakukan perundingan.

“Kemudian Pak Presiden juga mempertanyakan, terus kalau seandainya ada yang menawarkan kita mendesak keluar dari BOP, terus tawarannya kita meja berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa? Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BOP. Karena itu, Indonesia dengan delapan negara bersepakat dalam rangka untuk itu,” sambungnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi dengan para kiai dan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Acara ini berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis malam.

Pertemuan ini didahului dengan acara berbuka puasa bersama.

Ini menunjukkan komitmen Presiden untuk berdialog dengan berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara tersebut, termasuk Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.

Baca Juga:BMKG Prediksi Musim Kemaru Datang Lebih Cepat, Puncak Kekeringan Terjadi Agustus 2026Pemerintah Jamin Stok Pangan, BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026, Harga Dijaga Tetap Stabil

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar juga turut hadir.

0 Komentar