Dari Jaya hingga Sepi, Lika-liku Pedagang Bertahan di Pasar Kosambi

Dari Jaya hingga Sepi, Lika-liku Pedagang Bertahan di Pasar Kosambi
(Foto: Wisma Putra/detikJabar)
0 Komentar

“Dulu itu groupingnya jelas. Misalkan beras khusus beras, sayur ya sayur, daging juga, begitu bangunan ini berdiri tahun 1998 dan transisi dari bangunan lama, kondisi pasar sudah enggak grouping lagi,” ungkap Rahmat.

Sebelum benar-benar terjun meneruskan usaha keluarga, Rahmat sempat bekerja di sebuah department store di Jalan Sunda. Namun, permintaan sang kakek membuatnya kembali ke Pasar Kosambi.

“Sebelum ke pasar saya sempat bekerja dulu di departement store di Jalan Sunda, tapi setelah bekerja kakek minta saya bantu-bantu jualan, enggak boleh, dari semua cucu kakek bisa nilai saya, dilarang saya tuh, alhamdullilah dituliskan takdir ke sini,” tambahnya.

Baca Juga:Kronologis Meninggalnya Lula Lahfah, Sempat Curhat Takut dengan SakitnyaRekomendasi Bebek Lezat di Kuningan, Pas Buat Kantong Pelajar

Usaha Beras dari Masa ke MasaRahmat mengaku telah melewati berbagai fase perekonomian nasional, dari masa kepemimpinan Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

Dari pengalamannya, ia menilai masa Soeharto sebagai periode yang paling stabil bagi pedagang beras.

Ia mengenang, ketika Presiden Soeharto lengser dan krisis moneter melanda, beras justru menjadi komoditas yang paling dicari. Situasi itu sempat menguntungkan pedagang.

Namun, setelah masa tersebut, terutama pada era kepemimpinan Jokowi, kenaikan harga beras dirasakannya cukup tinggi.

“Habis itu krisis, chaos, krismon, saat digulingkan rame, orang panik, dulu yang namanya beras diutamakan, sekarang kalau gak habis sama sekali gak belanja. Dulu stok 25 kilogram, kalau tinggal 5 kilogram beli lagi, kalau sekarang nunggu habis,” jelasnya.

“Begitu reformasi harga naik turun, maaf ya paling kacau masa presiden ketujuh, yang saya tahun dulu beras naik Rp5 perak atau Rp10 perak, presiden ketujuh bisa ribuan. Itu harga beras, belum yang lain,” sambungnya.

Meski demikian, Rahmat memahami bahwa kenaikan harga beras dipengaruhi banyak faktor. Ia menilai kondisi alam dan ketersediaan pangan menjadi tantangan besar saat ini.

Baca Juga:Demo PPPK Paruh Waktu di Sukabumi Mendadak Batal, Muncul Spanduk Penolakan Demo Depan PendopoSiasat Memoles Pantai Batuhiu Lebih Nyaman, Bebaskan dari Menjamurnya Pedagang Kaki 5

“Mungkin alam masih bersahabat, ketersediaannya aman, sekarang susah banget. Tatanan alam bisa jadi, harus dilindungi, dari agama juga ada harus jaga alam,” tuturnya.

Wisata Belanja Pasar KosambiJauh sebelum Pasar Baru, Kings, dan pusat perbelanjaan modern lainnya ramai dikunjungi, Pasar Kosambi telah lebih dulu menjadi magnet warga.

0 Komentar