PASUNDANEKSPRES.CO – Menjelang bulan suci Ramadan dan lebaran, ketersediaan daging sapi di sejumlah pasar tradisional menjadi sorotan.
Pasokan yang kian terbatas di tengah lonjakan permintaan memicu kekhawatiran terjadinya kelangkaan sekaligus kenaikan harga di tingkat konsumen.
Permintaan daging sapi mulai meningkat tajam seiring mendekatnya Ramadan dan Lebaran.
Baca Juga:Program MBG Tetap Jalan saat Ramadan, Zulhas: Siswa Dapat Makanan KeringBorong 4 Emas! Indonesia Juara Umum Thailand Masters 2026, Regenerasi PBSI Berbuah Manis
Situasi tersebut diperparah dengan naiknya harga sapi hidup di tingkat peternak, yang berdampak langsung pada harga daging sapi di pasar eceran dan juga turut menekan pelaku usaha kuliner.
Saat ini, harga daging sapi di Jakarta tercatat berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengungkapkan harga daging sapi saat ini telah menyentuh Rp150 ribu per kilogram.
Menurut Hasudungan, lonjakan tersebut dipicu mahalnya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan harga yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) tetap beroperasi secara normal tanpa adanya tambahan biaya pemeriksaan.
“Kami memastikan RPH tetap beroperasi normal tanpa ada biaya tambahan pemeriksaan,” ujar Hasudungan dalam keterangannya.
Baca Juga:Pakar White House hingga Rockefeller Intip Rahasia Program MBG PrabowoHujan Deras Picu Longsor di Pangalengan Bandung, Dua Balita Meninggal Dunia
Selain itu, Pemprov DKI melalui Perumda Dharma Jaya juga melakukan intervensi pasar dengan menyalurkan sapi hidup berharga lebih terjangkau, yakni sekitar Rp54 ribu per kilogram berat hidup.
Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bahan pangan bersubsidi sebagai langkah stabilisasi harga. Dalam program tersebut, daging sapi dijual dengan harga Rp35 ribu per kilogram kepada sekitar satu juta warga penerima subsidi.
“Kami menyediakan daging sapi bersubsidi seharga Rp35 ribu per kilogram khusus bagi masyarakat penerima manfaat,” jelasnya
Tak hanya itu, program Gerakan Pasar Murah yang digelar melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut digencarkan.
Melalui program ini, masyarakat dapat membeli daging sapi dengan harga berkisar Rp109 ribu hingga Rp139 ribu per kilogram di berbagai lokasi.
