PASUNDANEKSPRES.CO – Skuad bulu tangkis Indonesia sukses mengguncang Negeri Gajah Putih. Tampil perkasa di partai puncak, Tim Merah Putih resmi menyandang predikat Juara Umum Thailand Masters 2026 setelah memboyong empat medali emas dan dua medali perak.
Dominasi ini menjadi sinyal kuat bahwa “mesin” regenerasi PBSI mulai berjalan di jalur yang benar.
Hampir seluruh sektor menyumbangkan gelar, kecuali tunggal putri yang harus terhenti di babak awal.
Baca Juga:Puluhan Warga Dilarikan ke RS Akibat Kebocoran Gas Asam Nitrat PT Vopak Indonesia di CilegonSatpol PP Jakpus Razia Tramadol di Tanah Abang, 900 Butir Obat Keras Disita!
Prestasi paling mencolok datang dari pasangan ganda putri anyar, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi.
Hanya butuh dua turnamen sejak debut, pasangan ini langsung mencicipi podium tertinggi level Super 300.
“Thailand Masters 2026 menjadi pembuktian bagi Fadia/Amalia. Setelah debut di Indonesia Masters pekan lalu, mereka langsung klop dan meraih gelar Super 300 pertama,” tulis keterangan resmi PBSI.
Kejutan besar terjadi di sektor tunggal putra melalui Muhammad Zaki Ubaidillah. Atlet yang akrab disapa Ubed ini menunjukkan progres luar biasa.
Setelah sebelumnya berjaya di level Super 100 dan meraih perak SEA Games, Ubed membuktikan kapasitasnya dengan menjuarai level Super 300.
Di sektor ganda putra, pasangan Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando kembali menemukan sentuhan emas mereka.
Gelar ini sekaligus mengakhiri dahaga juara setelah terakhir kali naik podium tertinggi di Korea Open 2024 (Super 500).
Baca Juga:Red Notice Terbit, Pergerakan Riza Chalid Dipantau 196 Negara, Masih Bisa Lolos?Geertruida, Senjata Serbaguna Liverpool di Tengah Krisis Lini Belakang The Reds
Sementara itu, pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil mengukir sejarah pribadi dengan merengkuh gelar World Tour perdana mereka.
Indonesia nyaris menyapu bersih podium jika dua wakil lainnya tidak kandas di final. Pasangan muda Raymond Indra/Nicholas Joaquin dan ganda campuran senior-junior Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti harus puas membawa pulang medali perak.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyebut keberhasilan ini adalah buah dari fokus pembinaan tahun 2025 yang menitikberatkan pada regenerasi.
Munculnya nama-nama baru di podium juara menjadi indikator positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.
“Capaian sebagai juara umum ini adalah indikator positif dari arah pembinaan yang kita jalankan. Para atlet muda mulai mampu bersaing dan meraih gelar pertama mereka di level Super 300,” ujar sosok yang akrab disapa Didi tersebut.
