Asrama Haji Banten Resmi Jadi Embarkasi, 9.000 Jemaah Asal Banten Bisa Langsung Terbang ke Tanah Suci

Asrama Haji Banten Resmi Jadi Embarkasi, 9.000 Jemaah Asal Banten Bisa Langsung Terbang ke Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan keterangan pers usai acara Simulasi Ibadah Umrah melalui Asrama Haji Banten, Selasa, 3 Maret 2026.--Kemenhaj.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Mulai 2026, sekitar 9.000 jemaah haji asal Provinsi Banten tak lagi harus berangkat melalui Jakarta.

Asrama Haji Banten resmi difungsikan sebagai embarkasi haji, sehingga jemaah dapat langsung terbang ke Tanah Suci dari wilayahnya sendiri.

Peresmian fungsi embarkasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat meninjau langsung kompleks asrama di Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca Juga:Alasan Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Daerah Rp 2 Triliun, Ungkap Rincian Penggunaan DanaKonflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Didesak Memediasi Masalah Asuransi dan Hotel di Tanah Suci

Ia menyebut kebijakan ini menjadi kabar baik bagi ribuan calon haji Banten yang selama ini harus lebih dulu menuju embarkasi Jakarta di Pondok Gede, Jakarta Timur.

“Kurang lebih sekitar 9.000 jemaah haji dari Banten selama ini selalu ke Jakarta, ke Pondok Gede. Tahun 2026 nanti, masyarakat Banten bisa langsung berangkat melalui Asrama Haji Banten di Cipondoh,” ujar Dahnil.

Selama ini, jemaah Banten tergabung dalam embarkasi Jakarta dan diberangkatkan melalui Asrama Haji Pondok Gede. Skema tersebut dinilai kurang efektif karena jamaah harus menempuh perjalanan tambahan sebelum terbang ke Arab Saudi.

Padahal, akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta relatif sangat dekat dari wilayah Banten.

Menurut Dahnil, kondisi itu kerap membuat jamaah kelelahan sebelum memulai perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Dengan difungsikannya embarkasi di Cipondoh, proses keberangkatan diharapkan menjadi lebih ringkas, efisien, dan nyaman.

Ia menegaskan, kehadiran embarkasi haji di Banten bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan juga wujud aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang telah lama menginginkan fasilitas tersebut.

Baca Juga:Drama Wasit di Laga Persebaya Vs Persib: VAR, Penalti, Hujan Kartu, Gol Dianulir, hingga Adu MulutAlami Cedera Parah, Eks Anak Emas Persib di Persis Solo Potensi Istirahat Hingga Akhir Musim

Pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Banten berkolaborasi menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.

Sejumlah gedung utama, termasuk ruang pelayanan dan penginapan jamaah, disebut telah rampung dibangun.

Fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang proses pemeriksaan dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga pembekalan akhir sebelum keberangkatan.

Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, khususnya terkait infrastruktur jalan di dalam kawasan asrama. Saat ini, beberapa akses jalan masih berupa tanah merah.

Jika hujan turun, area tersebut berpotensi becek dan mengganggu mobilitas jamaah maupun petugas.

“Secara umum bangunan sudah siap. Tinggal pembenahan jalan agar lebih representatif dan nyaman saat digunakan,” jelas Dahnil.

0 Komentar