PASUNDANEKSPRES.CO – CEO Khalifah Tour, Rustam Sumarna, menyampaikan harapan sekaligus kegelisahan para pelaku usaha travel umrah di tengah ketegangan Timur Tengah. Ia menilai situasi ini bukan sekadar persoalan teknis perjalanan, melainkan menyangkut hak jemaah dan perlindungan negara terhadap warganya.
“Harapan yang sangat besar adalah berhentinya perang. Itu tentu harapan semua orang ya, kecuali para pemimpin yang melakukan perang,” ujar Rustam saat ditemui di kantor Khalifah Tour, Jalan Brigadir Jend Katamso No 11, Senin (2/3/2026).
Namun di luar harapan agar konflik segera usai, ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini.
Baca Juga:Link dan Cara Daftar Mudik Motor Gratis Lebaran 2026, Berikut Syarat dan KetentuannyaPebalap Muda Astra Honda Tampil Kencang di Laga Pembuka Moto4 Asia Cup Buriram
“Harapan lainnya harus hadirnya pemerintah, karena ini bukan masalah sederhana yang hanya bisa diatasi oleh tour travel semata, tapi juga oleh semua pihak,” katanya.
Persoalan Force Majeure dan Asuransi
Rustam menjelaskan, dalam berbagai aspek, situasi konflik kerap dinyatakan sebagai force majeure. Implikasinya sangat panjang, terutama terhadap tanggung jawab asuransi dan vendor.
“Dalam beberapa aspek ini sering dinyatakan sebagai force majeure dan itu implikasinya panjang,” ujarnya.
Ia mencontohkan persoalan asuransi jemaah yang seluruhnya telah diasuransikan oleh pihak travel.
“Asuransi kami kan semua, kami asuransikan jemaah untuk perjalanan umrah. Nah, ini harus hadir pemerintah memediasi antara lembaga kami dengan asuransi atau dengan pihak-pihak lain seperti hotel,” ucapnya.
Menurut Rustam, untuk maskapai, sebagian sudah memberikan sinyal positif terkait refund atau reschedule. “Namun soal di-refund ini masih debatable. Sebetulnya kehadiran pemerintah sebaiknya di situ,” jelasnya.
Jadwal Ramadan dan Dilema Hotel
Khalifah Tour telah menyiapkan empat jadwal pemberangkatan umrah selama Ramadan: munggah, awal Ramadan, Lailatul Qadar (10 hari terakhir), hingga umrah Idul Fitri.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Menangis Merasa Gagal Jadi Gubernur Soroti Kasus TPPO dan Masalah Sosial di JabarUmrah dan Haji hingga Sektor Otomotif Jabar Terancam Terhambat Akibat Ketegangan Geopolitik IRAN-AS
“Kalau memang di-cancel itu di-refund, totally refundable, jadi tidak ada denda sama sekali. Dari semua airline sudah menyatakan seperti itu. Berbeda dengan hotel, dari pihak hotel belum tahu, sementara kita sudah bayar hotel. Hampir semua travel untuk bulan Ramadan ini sudah bayar hotel,” ungkapnya.
