PASUNDANEKSPRES.CO – Tumpukan sampah yang diserbu lalat dan dipenuhi belatung terlihat menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di Jalan Pangeran Sutajaya, Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Kondisi sampah yang meluber hingga memakan badan jalan itu membuat warga resah karena menimbulkan bau menyengat serta mempersempit akses kendaraan yang melintas.
Dari pantauan di lokasi pada Rabu (11/3/2026), tumpukan kantong plastik sampah berbagai warna terlihat menumpuk tinggi di sepanjang pinggir jalan desa.
Baca Juga:Rocky Gerung Soroti Konsep 'Prabowonomics': Demokrasi Bukan Cuma Sekadar Alat Influencer Politik!Cek Besaran Zakat Fitrah 2026: Rp50.000 per Orang atau 2,5 Kg Beras, Kapan Waktu Terbaik Membayar?
Bahkan sebagian sampah meluber hingga ke aspal sehingga jalur kendaraan menjadi lebih sempit.
Lokasi TPS yang berada tepat di pinggir jalan desa dan berdekatan dengan area pemakaman tersebut tampak memprihatinkan.
Lalat beterbangan di sekitar tumpukan sampah, sementara belatung terlihat di sejumlah bagian sampah organik yang mulai membusuk.
Sejumlah pengendara motor yang melintas pun terlihat harus berhati-hati karena ruang jalan yang tersisa semakin terbatas akibat sampah yang menumpuk di sisi jalan.
Salah seorang warga setempat, Odim (63), mengaku prihatin dengan kondisi sampah yang semakin menggunung dan belum kunjung diangkut.
Ia mengatakan bau sampah tidak hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga.
“Ya, termasuknya ya kotorlah. Terus mengganggu pernapasan, nomor dua ini di jalanan ganggu, jalan jadi semakin sempit. Takutnya banyak yang tabrakan atau terpeleset karena sampah. Itu aja sih, pengennya segera diangkut,” ujar Odim saat ditemui di lokasi, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga:Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Nyepi 2026 Sesuai SKB 3 MenteriProduk RI Meningkat Jelang Idul Fitri, Pemerintah Tekan Barang Thrifting
Menurutnya, tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan berpotensi menimbulkan kecelakaan karena kendaraan harus berbagi ruang dengan sampah yang menumpuk.
Ia juga mengungkapkan, kekhawatirannya karena volume sampah terus bertambah setiap hari, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri ketika aktivitas masyarakat meningkat.
“Wah, makin menumpuk. Apalagi mau Lebaran, banyak tamu. Perjalanan tuh jadi terganggu. Ini semakin melebar, jalan semakin menyempit karena ada sampah,” ucapnya.
Dalam video yang beredar, terlihat pula beberapa warga masih membuang kantong sampah ke lokasi tersebut meski kondisi TPS sudah penuh dan meluap.
Bahkan sebuah kontainer sampah tampak tidak lagi mampu menampung volume sampah sehingga meluber ke sekitarnya.
