Coach Justin Sebut Timnas Indonesia Masih Banyak PR Usai Ditekuk Bulgaria: Harus Diperbaiki!

Coach Justin Sebut Timnas Indonesia Masih Banyak PR Usai Ditekuk Bulgaria: Harus Diperbaiki!
Coach Justin Soroti Kekalahan Timnas Indonesia dari Bulgaria-Justinus Lhaksana-YouTube Channel.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana memberikan evaluasi terhadap penampilan Timnas Indonesia usai kalah tipis dari Timnas Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026.

Meski harus mengakui keunggulan lawan, pria yang akrab disapa Coach Justin itu menilai performa skuad Garuda di bawah arahan pelatih baru, John Herdman, menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

Menurut Coach Justin, dua laga awal di era John Herdman sudah memberikan gambaran awal mengenai kekuatan dan kelemahan tim.

Baca Juga:Duka Indonesia: 1 Peacekeeper Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, 3 TerlukaCole Palmer Siap Tinggalkan Chelsea? Manchester United dan Klub Raksasa Eropa Mengintai

Ia menilai permainan Indonesia mengalami peningkatan, terutama dari sisi keberanian mengambil inisiatif dan tidak sekadar bertahan.

“Untuk ukuran dua pertandingan awal, performanya cukup memuaskan. Tapi masih ada masalah yang belum terselesaikan,” ujar Coach Justin, dikutip dari kanal YouTube Justinus Lhaksana pada Selasa, 31 Maret 2026.

Ia juga menegaskan bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu, sehingga hasil yang belum maksimal masih bisa dimaklumi.

Salah satu hal positif yang disorot adalah perubahan pendekatan permainan.

Timnas Indonesia dinilai lebih berani bermain terbuka, bahkan mampu unggul dalam penguasaan bola saat menghadapi Bulgaria.

Padahal secara kualitas dan pengalaman, Bulgaria dianggap berada di level lebih tinggi, terutama karena berasal dari kompetisi Eropa yang lebih kompetitif.

“Melawan tim Eropa seperti Bulgaria, kita tetap berani bermain dan tidak hanya bertahan. Ini perkembangan yang bagus,” jelasnya.

Masalah Utama: Minim Kreativitas dan Serangan Kurang Efektif

Meski tampil cukup baik, Coach Justin juga menyoroti lemahnya efektivitas serangan Timnas Indonesia.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Klaim WFH di Jabar Efektif, Layanan Terjaga dan Belanja Daerah Tetap OptimalTentara Indonesia Tewas di Markas UNIFIL Lebanon Akibat Rudal Israel, 3 Personel Terluka

Ia menilai struktur permainan terlalu berhati-hati, sehingga peluang yang tercipta sangat minim.

Menurutnya, penggunaan tiga bek untuk mengawal satu striker lawan justru membuat lini serang kekurangan pemain.

Akibatnya, jumlah pemain yang terlibat dalam serangan menjadi terbatas dan mudah diredam pertahanan Bulgaria.

“Kalau terlalu banyak pemain bertahan, serangan jadi kurang maksimal. Ini yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menilai kerja sama antar pemain depan masih belum padu. Beberapa pemain terlihat belum memiliki chemistry yang kuat, sehingga alur serangan kerap terputus.

0 Komentar