PASUNDANEKSPRES.CO – Bulan April 2026 menjadii waktu yang tepat untuk menyaksikan berbagai fenomena astronomi.
Fenomena astronomi ini akan menghiasi langit dan sebagian bisa diamarti langsung dari Indonesia.
Adapun sejumlah fenomena astronomi April 2026 di antaranya Pink Moon (bulan purnama berwarna Pink), hujan meteor, hingga konjungsi benda langit.
Baca Juga:Duka Indonesia: 1 Peacekeeper Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, 3 TerlukaCole Palmer Siap Tinggalkan Chelsea? Manchester United dan Klub Raksasa Eropa Mengintai
Bulan April ini akan menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat yang tertarik untuk mengamati fenomena langit.
Jadwal Fenomena Astronomi April 2026
Berikut jadwal munculnya fenomena astronomi sepanjang bulan April 2026.
- Pink Moon
Bulan Purnama Pink Moon akan terjadi pada 2 April 2026, peristiwa ini terjadi ketika bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari sehingga seluruh permukaan akan tampak terang dari Bumi.
Alasan disebut Pink Moon karena warna Bulan akan menjadi terang berwarna merah muda.
Purnama Pink Moon bisa diamati sepanjang malam tanpa alat bantu atau kacamata khusus.
2. Hujan Meteor Lyrid
Kemudian akan ada hujan meteor Lyrid yang diperkirakan mencapai titik pincak pada 22 April 2026.
Fenomena ini berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar hingga menghasilkan kilat cahaya di langit.
Saat waktu puncak, pengamat bisa melihat meteor per jam dari rasi bintang Lyra. Adapun waktu terbaik untuk menyaksikan adalah menjelang fajar di lokasi yang minim polusi cahaya.
3. Hujan Meteor Pi Puppid
Baca Juga:Dedi Mulyadi Klaim WFH di Jabar Efektif, Layanan Terjaga dan Belanja Daerah Tetap OptimalTentara Indonesia Tewas di Markas UNIFIL Lebanon Akibat Rudal Israel, 3 Personel Terluka
Selanjutnya terdapat ffenomena hujan meteor Pi Pippid yang diperkirakan terjadi pada 24 Apil 2026.
Hujan meteor ini berasal dari komet 26P/Grigg-Skjellerup yang meninggalkan jejak partikel di orbitnya.
4. Galaksi Pusaran Air
Galaksi pusaran air (M51) bisa diamati menggunakan teleskop, terutama di lokasi yang minim polusi cahaya.
Fenomena ini terjadi sepanjang bulan April.
