Dedi Mulyadi Bereskan Kemelut Bandung Zoo setelah Kolaborasi Pemkot-Pemprov Jabar

Dedi Mulyadi Bereskan Kemelut Bandung Zoo setelah Kolaborasi Pemkot-Pemprov Jabar.
TUNTAS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat bertemu dengan karyawan di Bandung Zoo, Selasa 31 Maret 2026.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim 90 persen masalah di Bandung Zoo telah ditangani, terutama kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan operasional.

Hal itu disampaikan Dedi sesuai berkunjung ke Bandung Zoo, pada Selasa (31/3/2026). Dedi datang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman.

“Masalahnya sudah sekitar 90 persen selesai. Tinggal persoalan pengelolaan dan kepemilikan,” ujar Dedi, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga:Duka Indonesia: 1 Peacekeeper Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, 3 TerlukaCole Palmer Siap Tinggalkan Chelsea? Manchester United dan Klub Raksasa Eropa Mengintai

Dedi juga telah menggelar pertemuan dengan jajaran manajemen kebun binatang, serta Pemerintah Kota Bandung untuk membahas langkah penyelamatan satwa dan karyawannya.

Untuk para karyawan, tanggung jawab pembayaran gaji pegawai sudah diambil alih oleh Pemerintah Kota Bandung.

Para pekerja kini tercatat sebagai tenaga kerja di bawah pemerintah kota.

“Gaji mereka sudah ditanggung oleh Pemkot Bandung di bawah wali kota. Mulai menerima gaji pada 25 April,” katanya.

Selain itu, tunggakan gaji pegawai yang belum terbayarkan sebelumnya akan diselesaikan secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk gaji yang tertunggak, hari Jumat mulai dicicil oleh Pemprov Jabar,” katanya.

Sementara untuk satwanya, Dedi juga menyebut dalam kondisi baik dan akan diberikan nutrisi, bantuan dari BUMD Provinsi Jabar.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Klaim WFH di Jabar Efektif, Layanan Terjaga dan Belanja Daerah Tetap OptimalTentara Indonesia Tewas di Markas UNIFIL Lebanon Akibat Rudal Israel, 3 Personel Terluka

“Nanti untuk nutrisinya juga akan mendapat dukungan dari program Bank BJB Peduli,” ucapnya.

Dedi menambahkan, tenaga medis dan paramedis yang sebelumnya terdampak keterlambatan operasional juga akan menerima tambahan penghasilan dari Pemprov Jawa Barat, mengingat mereka tidak menerima gaji selama dua bulan terakhir.

Selain itu, Pemerintah juga tengah menyiapkan mekanisme penunjukan pengelola baru melalui proses terbuka.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pengelolaan kebun binatang dilakukan secara profesional.

“Pengelolanya sedang dalam proses kompetisi. Siapa yang berminat silakan ikut, tapi harus memiliki sertifikasi karena mengelola kebun binatang itu tidak mudah,” katanya.

Dedi berharap, setelah proses pembenahan selesai, Kebun Binatang Bandung dapat segera dibuka kembali untuk masyarakat.

Menurutnya, selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang memiliki fungsi penting sebagai sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak.

“Harapannya kebun binatang ini segera dibuka kembali sehingga masyarakat bisa berkunjung dan tempat ini kembali menjadi sarana edukasi,” katanya.

0 Komentar