PASUNDANEKSPRES.CO – Serangan Isfahan kembali buktikan kebohongan Trump, di mana Donald Trump selaku Presiden Amerika sebelumnya mengatakan tidak akan menyerang hingga 6 April.
Hal ini disampaikannya dalam akun Truth pada Jumat 27 Maret lalu dan mengakui telah melakukan pembicaraan dengan pihak Iran.
Namun serangan yang lancarkan pada Senin, Israel menyasar Universitas Imam Hossein Isfahan.
Baca Juga:Duka Indonesia: 1 Peacekeeper Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, 3 TerlukaCole Palmer Siap Tinggalkan Chelsea? Manchester United dan Klub Raksasa Eropa Mengintai
Serangan ini akui oleh Israel dengan dalih bahwa kampus tersebut terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Terlihat ledakan dahsyat saat rudal-rudal Israel menghantam sasaran yang tidak hanya terjadi di Isfahan, namun juga terjadi di Tehran dan Zanjan.
Dari laporan media internasional menyabutkan serangan yang dilakukan oleh Israel menggunakan bom penghancur bunker seberat 2.000 pon atau 900 kg.
Pihak Amerika menyebutkan jika serangan tersebut menyasar pangkalan amunisi yang menyimpan berbagai kebutuhan senjata Iran.
Serangan tersebut tentunya direstui oleh Trump, yang dibuktikan dengan unggahnya video ledakan dahsyat di akun Tryuth-nya.
Postingan video ini merupakan kali pertama dilakukan Trump sejak serangan yang dilancarkan ke iran akhir Fabruari lalu.
Isfahan adalah kota besar di Iran tengah, terletak di selatan ibu kota, Teheran, di sepanjang Sungai Zayandeh.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Klaim WFH di Jabar Efektif, Layanan Terjaga dan Belanja Daerah Tetap OptimalTentara Indonesia Tewas di Markas UNIFIL Lebanon Akibat Rudal Israel, 3 Personel Terluka
Kota ini memiliki signifikansi strategis karena terletak di persimpangan program nuklir Iran, infrastruktur militer, dan kepentingan nasional yang simbolis.
Provinsi Isfahan memiliki beberapa fasilitas yang terkait dengan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, serta industri pertahanan utama.
Beberapa fasilitas penting di kota ini, dalah satunya Pusat Penelitian dan Produksi Bahan Bakar Nuklir Isfahan (NFRPC), yang berperan dalam pengolahan uranium.
Sejak 4 minggu lalu serangan udara AS dan Israel di Iran telah menewaskan lebih dari 3.500 orang dan melukai hampir 30.000 orang, termasuk ratusan wanita dan anak-anak.
Serangan tersebut telah menghancurkan atau merusak puluhan ribu unit perumahan dan komersial, depot minyak, pabrik, rumah sakit dan klinik, sekolah, dan jalan raya.
Hingga saat ini pihak Iran masih belum mengeluarkan statemen terkait dengan serangan ini, baik jumlah korban dan fasilitas apa saja yang mengalami kerusakan.
