Kritik Fasilitas Rusak dan Bantuan Rp5 Juta
Dedi Mulyadi juga menyoroti atap bangunan yang bocor.
Ia mengkritik kebiasaan sekolah yang selalu menunggu anggaran APBD untuk perbaikan kecil seperti genteng bocor, padahal sekolah memiliki banyak penjaga yang bisa melakukan pemeliharaan rutin.
Menurutnya, masalah utama bukan pada usia bangunan, melainkan pada kurangnya kreativitas dan gotong royong dalam merawat fasilitas.
Meski ditegur dan membuatnya marah, sebagai bentuk dukungan nyata, Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp5.000.000 untuk membantu merapikan sekolah dan memotivasi siswa agar lebih kreatif.
Baca Juga:Hasil Playoff Piala Dunia 2026: Italia Tersingkir, Swedia dan Turki Lolos!Update Ranking FIFA Rabu: Peringkat Timnas Indonesia Turun Lagi, Ini Penyebabnya
Ia mendorong para guru, seperti guru Kimia dan Biologi, untuk mengajarkan ilmu yang aplikatif seperti pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar atau daun menjadi pupuk organik.
Di akhir kunjungannya di sekolah tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk selalu membela guru dan kepala sekolah yang berdedikasi serta kreatif dalam memajukan pendidikan di Jawa Barat.
RENDIKA MARFIANSYAH.
