Ahli Paru Ingatkan Gejala Campak Gak Cuma Demam dan Ruam Merah, Bisa Pneumonia

Ahli Paru Ingatkan Gejala Campak Gak Cuma Demam dan Ruam Merah, Bisa Pneumonia.
Ilustrasi virus campak yang terjadi pada anak.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Penyakit campak yang tengah merebak seringkali dipahami hanya sebatas ruam dan demam.

Padahal, campak gak cuma bicara soal ruam merah dan demam, tapi bisa berujung komplikasi yang lebih fatal salah satunya pneumonia.

Dalam webinar bertajuk “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi Sampai Komplikasi” bersama Dewan Guru Besar FKUI, para ahli bicara tentang penyakit campak dan bahayanya.

Gejala Campak pada Dewasa

Baca Juga:Hari Pertama TKA SMP Mendikdasmen Warning Soal KejujuranMelejitnya Harga Plastik Bikin Pedagang Bumbu Dapur Menjerit, Terpaksa Digabung Biar Hemat

Prof. Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Ph.D, Sp.PD, K-PTI, FACP, FINASIM menjelaskan bahwa gejala campak pada dewasa mirip dengan pada anak, yaitu batuk, mata merah, demam, lalu muncul bercak merah di kulit.

Diagnosis bisa dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium.

Penanganan campak bersifat suportif, artinya fokus pada meredakan gejala, menangani komplikasi yang muncul, serta mengisolasi pasien agar tidak menyebar.

Campak Berujung Pneumonia

Di sesi terakhir, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M, Sc Sp.P(K) menguraikan bahwa salah satu komplikasi campak yang paling berbahaya adalah pneumonia (infeksi paru-paru).

Pneumonia menjadi penyebab utama kasus campak yang berujung parah hingga kematian.

Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting.

“Campak bukan sebatas ruam dan demam. Campak dapat menyebabkan pneumonia sebagai salah satu komplikasi yang serius,” tutur Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K), Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RSCM.

Webinar yang diikuti oleh tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat umum ini ditutup dengan diskusi panel terintegrasi yang membahas strategi kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengendalikan campak di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Baca Juga:Persib Butuh 7 Kemenangan untuk Amankan Gelar Hattrick Juara Super League 2025/2026Komisi VII DPR RI Pastikan Kloter Pertama Jemaah Haji Berangkat 22 April 2026

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Sebagai upaya pengendalian, Kemenkes telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.

Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya di lingkungan fasilitas kesehatan.

0 Komentar