Amanda Soemedi Pantau Gizi dan Pangan Bergizi untuk Siswa di Karawang

Siswa di Karawang

PASUNDAN EKSPRES– Amanda Soemedi Bey Machmudin, Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, secara langsung memantau pelaksanaan Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (Genius) di SD Negeri Tunggakjati VII, Kabupaten Karawang, pada hari Senin kemarin.

Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Pangan Murah, yang turut memberikan bantuan pangan paket stunting kepada lima keluarga berisiko stunting.

Amanda Soemedi menjelaskan bahwa Genius tidak hanya memberikan kudapan kepada siswa SD, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi gizi bagi orang tua murid.

Ragam kudapan yang disalurkan melibatkan olahan udang, ayam, susu UHT, telur ayam, dan susu.

Dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pangan yang diberikan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan oleh orang tua siswa atau wali serta pihak sekolah, guna memberikan asupan protein bagi generasi kita yang akan menjadi generasi emas pada tahun 2045,” ujar Amanda Soemedi.

Amanda menyoroti angka Prevalence of Undernourishment (PoU) pada tahun 2022, di mana sekitar 28,1 juta jiwa atau 10,21 persen penduduk Indonesia mengonsumsi energi di bawah standar minimum untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.

Dia mengingatkan bahwa upaya intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan terus dilakukan, namun perlu diteruskan hingga 8.000 hari pertama kehidupan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Salah satu langkah yang diambil adalah pemberian pangan bergizi dengan makan bersama di sekolah, yang dilaksanakan di lima kabupaten/kota dengan persentase POU yang belum mencapai target nasional.

Kegiatan serupa juga dilakukan di Kota Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung, melibatkan total 2.486 siswa.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat menjadi penanggung jawab pelaksanaan program Genius dengan fokus pada partisipasi, edukasi, kearifan, dan keberlanjutan.

Amanda berharap bahwa pemberian kudapan sesuai dengan moto Genius, yaitu siswa sehat, kuat, cerdas, dan ceria.

Asep Hazar, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, menyambut baik program ini, terutama dalam meningkatkan pengetahuan anak sekolah tentang pangan bergizi.

Dia menambahkan bahwa pembagian kudapan seperti telur, susu, dan olahan protein hewani lainnya dapat berkontribusi pada pemenuhan gizi anak-anak.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 276 siswa dari SD Negeri Tunggakjati VII dan SDN Karangpawitan V, dengan total partisipasi sekitar 492 siswa.

Selain itu, peran edukasi gizi bagi siswa dan orang tua dalam upaya pencegahan stunting di garisbawahi.

Strategi edukasi melibatkan penyisipan pendidikan gizi dalam kurikulum sekolah, pengajaran prinsip pertumbuhan dan perkembangan anak, promosi makanan sehat, pemberian keterampilan masak sederhana kepada siswa, dan edukasi gizi kepada orang tua.

Pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, konsultasi dengan ahli gizi, dan kampanye kesadaran masyarakat juga ditekankan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Dengan mendukung pendidikan gizi bagi siswa dan orang tua, diharapkan tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak, serta mengurangi risiko stunting, sejalan dengan upaya membawa kebiasaan positif bagi masyarakat, terutama orang tua, dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, khususnya protein.