Pelaku UMKM yang Terdampak Covid-19 Minta Produknya Dibeli Pemda

KETERANGAN: Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pembiayaan, Hari Sobari ST saat memberikan keterangan, Kamis (4/6). YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Sebanyak 75 persen dari 24 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Subang terdampak Covid-19. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga usahanya tetap berlangsung.

Mereka minta pemerintah membantu memasarkan produk di tengah pandemi Covid-19 ini. Kondisi pandemi ini sangat menyulitkan pelaku pelaku UMKM. Bahkan usaha mereka hampir guling tikar.

“Iya benar ada 75 persen UMKM yang ada di Subang terkena dampak Covid-19,” kata Kepala Bidang UMKM DKUPP Kabupaten Subang, melalui Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pembiayaan, Hari Sobari ST kepada Pasundan Ekspres, Kamis (4/6).

Hari menjelaskan, pihaknya membantu memasarkan produk UMKM. Namun kondisi saat ini apalagi saat PSBB sulit untuk memasarkan UMKM.

Pihaknya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Subang agar bisa membantu para pelaku UMKM yang terkena dampak Covid-19. Antara lain memberikan paket sembako, karena kondisi yang sangat sulit ini meluas.

Dia mengatakan, telah mengusulkan juga agar Pemkab membeli produk pelaku UMKM mulai dari produk makanan, minuman, kerajinan kain seperti masker, baju dan lainnya untuk nantinya bisa di pergunakan oleh para tenaga medis atau pun masyarakat.

“Kami berharap seperti itu agar pelaku UMKM juga bisa terus berkembang, dengan membeli prduk UMKM Kabupaten Subang. Sehingga pemerintah Subang jangan membeli produk dari luar Kabupaetn Subang, karena pelaku UMKM di Kabupaetn Subang bisa membuatnya,” ungkapnya.

Sementara itu pelaku UMKM Subang, Jayanto (43) mengaku, saat ini dirinya sepi orderan bahkan sudah tidak berproduksi selama dua bulan terakhir. Dirinya ingin Pemerintah Kabupaten Subang membeli produknya.

“Kita juga sanggup kok, buat masker, baju dan lainnya. Kalau bisa beli di kita dan kita yang mengerjakan, agar kita bisa tetap berkembang,” ungkapnya.(ygo/ysp)

BACA JUGA:  Kisah Sukses Utisah, Bermodal Rp300 Ribu Bisa Rekrut IRT sebagai Karyawan