Dosen Filsafat UNPAR yang Lakukan Pelecehan Seksual kepada Mahasiswanya, Flirting Genit-genit!

Dosen Filsafat UNPAR yang Lakukan Pelecehan Seksual kepada Mahasiswanya, Flirting Genit-genit!
Dosen Filsafat UNPAR yang Lakukan Pelecehan Seksual kepada Mahasiswanya, Flirting Genit-genit! (Image From: Illustration/Pexels/RDNE Stock project)
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES – Dosen Filsafat UNPAR melakukan pelecehan kepada mahasiswa. Saat ini tengah marak kasus pelecehan seksual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kejadian pelecehan seksual kembali heboh di Kota Bandung.

Titik pusatnya adalah seorang dosen di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), yaitu Syarif Maulana. Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial X mengungkapkan dugaan adanya tindak pelecehan yang dilakukan oleh dosen Filsafat tersebut. 

Dosen Filsafat UNPAR yang Lakukan Pelecehan Seksual

Dalam postingan tersebut, beberapa mahasiswi dari UNPAR mengungkapkan bahwa mereka telah menjadi korban pelecehan seksual yang melibatkan pesan-pesan cabul dan ajakan untuk berhubungan badan dari Syarif Maulana.

Baca Juga:Jembatan Baltimore Diledakkan dalam Upaya Membersihkan ReruntuhanKemenhub Imbau Masyarakat untuk Kritis terhadap Bus yang Tidak Layak Pakai

Yang menarik, bukan hanya sebatas tuduhan, pelaku sendiri, yaitu Syarif Maulana, mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa ia memang telah melakukan sejumlah tindakan yang diduga sebagai pelecehan seksual.

“Saya mengaku bersalah atas perbuatan mengirimkan pesan lewat Whatsapp, DM X atau Instagram pada sejumlah orang yang saya kenal langsung atau sebatas mutual di media sosial, yang berisi pesan genit dan flirting seperti permintaan foto diri (PAP), ajakan untuk bertemu, ajakan untuk berelasi, dan dalam kasus tertentu berujung pada pengiriman pesan mesum, tidak sopan dan tidak senonoh hingga ajakan untuk berhubungan seksual, yang menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan trauma pada korban,” tulis Syarif Maulana di media sosial X, dilihat pada Selasa (14/5).

Dilaporkan bahwa dosen yang melakukan pelecehan tersebut mengajar pada semester genap 2023/2024 sebagai bagian dari pengajaran tim (team teaching) dalam satu kelas untuk mata kuliah Filsafat Sosial dan Politik.

Universitas Katolik Parahyangan segera memberikan respons yang tegas terhadap kasus ini. Dalam siaran pers yang dikeluarkan, pihak Unpar menyatakan bahwa Syarif Maulana telah dihentikan dari semua kegiatan akademik maupun non-akademik di universitas.

Keputusan ini diambil dengan tujuan menjaga integritas dan keamanan lingkungan kampus, serta untuk mencegah terulangnya tindakan serupa di masa yang akan datang.

(ipa)

 

0 Komentar