Eksotisme Air Terjun Jumog :Pengembangan Sektor Pariwisata Dan Sektor Lainnya Dalam Perspektif Teori Pertumbuhan Ekonomi Dan Wilayah

Eksotisme Air Terjun Jumog :Pengembangan Sektor Pariwisata Dan Sektor Lainnya Dalam Perspektif Teori Pertumbuhan Ekonomi Dan Wilayah
0 Komentar

Oleh

1.Drs.Priyono,MSi (Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

2.Dr.Sigid Sriwanto,MSi (Dosen Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

3.Kunthum Ria Anggraheny,SP.d,M.Sc (Dosen Pendidikan Geografi Unwidha Klaten)

 

Pemikiran dalam teori pembangunan mengatakan bahwa bila telah terjadi pergeseran dalam sektor usaha , dari sektor pertanian atau tradisional menuju ke sektor industri atau manufaktur dan jasa, maka telah ada aktivitas pembangunan disitu karena mendapatkan nilai tambah yang meningkat dan perubahan kualitas sumberdaya manusia. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa telah terjadi stagnasi di sektor agraris karena tidak mampu menampung laju tenaga kerja yang semakin meningkat terlebih dalam menuju kondisi bonus demografi. Disamping itu adanya konversi lahan yang menggila terutama di wilayah perkotaan menjadikan sektor pertanian mulai kehilangan daya tarik, terlebih generasi muda sudah banyak yang meninggalkan pedesaan menuju perkotaan untuk mengadu nasib. Sektor pertanian juga dirasa tidak banyak memberi harapan kesejahteraan yang dijanjikan, cukup untuk hidup pas pasan.

Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat untuk menyikapi kondisi sektor pertanian yang mulai menurun maka pengembangan sektor lain harus ditingkatkan dan kini sektor pariwisata banyak dilirik karena memberi peluang usaha yang bervariasi untuk membantu sektor pertanian yang mulai meredup. Sektor pariwisata mulai digalakkan baik yang berupa destinasi wisata alami, buatan maupun keduanya.  Sektor ini ternyata mampu memberikan dampak ganda atau mutiplying effect bagi pengembangan sektor lain.

Baca Juga:Diduga Langgar Aturan, Pemkab Subang Gugat Holding MPPMendadak Bertemu, Asep Rochman Dimyati-Niko Rinaldo Saling Dukung

Salah satu pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar , Jawa Tengah adalah Air terjun Jumog yang sangat excotis yang dibuka tahun 2004, yang sebelumnya tertutup oleh semak belukar sehingga sering dijuluki  surga yang hilang. Air terjun ini bersumber dari mata air Gunung Lawu (3.265m dpal), lebih tinggi dibanding Gunung Merapi (2.910m dpal) dan Gunung Merbabu(3.145 dpal) tapi lebih rendah dibanding Gunung Semeru di Jatim yang tingginya 3.676m dpal. Obyek wisata ini terletak di desa Berjo,kecamatan Ngargoyoso,kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah atau sekitar 41 km dari Solo kearah timur. Letak air terjun yang memiliki ketinggian 30 m ini dibanding air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu yang memiliki ketinggian 81 m , berdekatan dengan obyek wisata Candi Sukuh, Candi Hindu , sekitar 500 m jaraknya. Obyek wisata air terjun Jumog dikelola oleh BUMD desa Berjo. Untuk menuju lokasi, wisatawan harus menuruni anak tangga yang banyaknya 116 dan menjadi tantangan tersendiri ,tetapi karena hawanya sejuk dan disekitarnya terdapat pepohonan Pakis yang lebat maka serasa dingin dan nyaman, didukung jalan setapak yang sudah bersemen.

0 Komentar