Harga Beras RI Mahal, Benarkah Paling Mahal Se-ASEAN?

Harga Beras RI Mahal, Benarkah Paling Mahal Se-ASEAN?
Harga Beras RI Mahal, Benarkah Paling Mahal Se-ASEAN?

PASUNDAN EKSPRES- Harga Beras RI Mahal – Indonesia merupakan negara penghasil beras terbesar di Asia Tenggara. Namun, harga beras di Indonesia juga dikenal sebagai yang termahal di kawasan ini.

Berdasarkan laporan Bank Dunia pada Desember 2022, harga beras di Indonesia mencapai Rp 10.871 per kilogram, jauh lebih tinggi dari harga beras di negara-negara tetangga, seperti Vietnam (Rp 4.921 per kilogram), Thailand (Rp 6.950 per kilogram), dan Malaysia (Rp 7.750 per kilogram).

Penyebab Harga Beras RI Mahal

Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga beras di Indonesia mahal. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Dukungan harga pasar bagi produsen pertanian. Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang menaikkan harga domestik untuk produk pertanian pangan, termasuk beras. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi petani dari fluktuasi harga internasional. Namun, kebijakan ini juga berdampak pada kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
  • Rantai pasokan yang panjang dan tidak efisien. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi geografis yang kompleks. Hal ini menyebabkan rantai pasokan beras menjadi panjang dan tidak efisien. Biaya transportasi dan distribusi beras yang tinggi juga turut berkontribusi pada kenaikan harga beras.
  • Produksi beras yang tidak stabil. Produksi beras di Indonesia sering kali tidak stabil, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca dan hama penyakit. Hal ini juga turut berkontribusi pada kenaikan harga beras.

Solusi untuk Meningkatkan Keterjangkauan Beras

Untuk meningkatkan keterjangkauan beras, pemerintah perlu melakukan beberapa upaya, antara lain:

  • Meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah perlu meningkatkan produktivitas pertanian beras melalui program-program seperti penyuluhan, pelatihan, dan subsidi pupuk.
  • Memperpendek rantai pasokan. Pemerintah perlu mengembangkan infrastruktur transportasi dan logistik untuk memperpendek rantai pasokan beras.
  • Menerapkan kebijakan harga beras yang lebih fleksibel. Pemerintah perlu menerapkan kebijakan harga beras yang lebih fleksibel agar harga beras di tingkat konsumen lebih terjangkau.

Kesimpulan

Harga beras di Indonesia memang mahal dibandingkan negara-negara tetangga. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dukungan harga pasar bagi produsen pertanian, rantai pasokan yang panjang dan tidak efisien, serta produksi beras yang tidak stabil.

Untuk meningkatkan keterjangkauan beras, pemerintah perlu melakukan beberapa upaya, seperti meningkatkan produktivitas pertanian, memperpendek rantai pasokan, dan menerapkan kebijakan harga beras yang lebih fleksibel.

Selain faktor-faktor yang disebutkan di atas, kenaikan harga beras di Indonesia juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti inflasi dan perang Rusia-Ukraina. Inflasi yang tinggi menyebabkan harga bahan baku dan biaya produksi lainnya juga naik, sehingga berdampak pada kenaikan harga beras.

Perang Rusia-Ukraina juga turut berkontribusi pada kenaikan harga beras di dunia, karena kedua negara tersebut merupakan produsen dan eksportir beras utama.