Berantas Calo, Tim Saber Pungli Siapkan Sidak ke Pabrik

CARI KERJA: Para pencari kerja kesulitan berkerja di pabrik, karena diduga ada pungli. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) akan melakukan sidak ke berbagai pabrik, terkait keluhan para pencari kerja. Pasalnya, calon pekerja diduga dimintai uang dengan nominal variatif Rp5 juta – Rp10 juta oleh oknum agar bisa masuk kerja.

Wakil Bupati Subang merasa gerah akan hal tersebut dan harus segera ditertibkan karena akan merusak citra perusahaan dan menghambat angka pengangguran. Wabup meminta kepada para calon tenaga kerja yang merasa dirugikan atau ingin bekerja di mintai sejumlah uang agar melaporkan ke pihak berwajib. “Kalau kabar tersebut benar adanya, maka itu sangat disayangkan. Saya instruksikan kepada pihak terkait agar segera ditertibkan,” ujarnya.

Dijelaskan Wabup, susahnya warga Subang untuk bekerja di pabrikk, harus berupaya membuka lapangan kerja sendiri. Seperti wirausaha menjadi pengusaha kecil dan bisnis kecil-kecilan. Wabup mengimbau agar jangan terpaku bekerja di pabrik atau perusahaan, karena sektor wirasusaha sangat berpotensi untuk penghasilan. “Jangan terpaku bekerja di pabrik atau perusahaan, karena sektor wirasusaha juga sangat berpotensi untuk penghasilan,” katanya.

Pemerintah daerah juga sedang membuka seluas-luasnya untuk para investor, untuk segera membangun industri di perusahaan. Nantinya bisa meminimalisir warga Subang tidak perlu bekerja menjadi TKI di luar negeri. “Kami akan berupayan membuka seluas-luasnya investor untuk bisa membangun industri di Subang dan itu bisa meminimalsiir warga Subang menjadi TKI,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Subang Udin Jazudin mengaku, pihaknya sudah mendengar sejak lama budaya seperti itu. Fenomena tersebut bukan hanya di Kabupaten Subang saja, melainkan dari dareah lain di luar Subang juga ada, apalagi ketika masa pabrik membuka lowongan kerja. “Sudah banyak warga Subang yang melaporkan ke kami terkait hal itu. Calon pekerja harus memberikan uang agar bisa bekerja di pabrik,” katanya.

Udin menegaskan, tim Saber Pungli yang anggotanya berasal dari berbagai instansi lintas sektor akan bergerak dan melakukan penyidakan ke pabrik di Kabupaten Subang. “Segera kita rapatkan dengan jajaran tim Saber Pungli, agar bisa dilakukan sidak ke pabrik di Kabupaten Subang,” katanya.

Anggota DPRD Subang dari Fraksi PKS, Muhamad Julian Robert berpendapat, sulitnya mendapatkan informasi para calon pekerja terkait lowongan pekerjaan dari perusahan tertentu, merupakan salah satu faktor mencari kerja di pabrik. Belum lagi masih banyak pabrik yang kurang memprioritaskan tenaga kerja dari pribumi, sehingga sangat banyak tenaga kerja yang berasal dari luar Kabupaten Subang. “Pengamatan kami banyak faktor mengapa mereka susah bekerja di pabrik,” ungkapnya.

Mengenai masuk kerja harus memakai uang, Robert menuturkan, dalam undang undang diatur dengan jelas. Penerimaan karyawan tidak boleh dimintai uang. Jika ada dilakukan baik oleh pabrik atau oknum, jelas itu adalah pungli. “Jika itu terus dibiarkan terjadi, sangat disayangkan. Orang yang ingin bekerja, akhirnya tidak bekerja karena harus menyetorkan uang kepada oknum ataupun pihak pabrik. Disnakertrans Subang harus lebih proaktif dalam memberikan sosialisasi, agar jangan sampai ada calon pekerja dimintai uang ke pabrik. Perusahaan juga harus lebih memprioritaskan warga Subang untuk bekerja dibandingkan orang dari luar daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala unit Tipidter Polres Subang Iptu Andy Kurniady mengatakan, laporkan langsung jika ada calon pekerja yang dimintai uang untuk masuk kerja agar segera dilakukan penyelidikan. “Laporkan langsung ke kita,” tandasnya.(ygo/vry)

BACA JUGA:  Buruh Minta Bupati Tolak PP No 78 Tahun 2015