Diduga Ada Penggelembungan Suara, Forum Solidaritas Masyarakat untuk Demokrasi Jalancagak Tolak Hasil Pilkades

PROTES: Ribuan masyarakat Jalancagak melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dispemdes Subang, Kamis (13/12). Mereka menolak hasil Pilkades di Desa Jalancagak karena diduga ada kecurangan penggelembungan suara. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Nama Wakapolres dan Camat Dibawa-bawa

SUBANG-Penyelesaian sengketa hasil Pilkades Desa Jalancagak kini berada di panitia tingkat kabupaten. Ada waktu hingga 7 Januari untuk penyelesaian sengketa yang diadukan oleh masyarakat.

Masyarakat yang mengatasnamakan Forum Solidaritas Masyarakat untuk Demokrasi Jalancagak, menuding ada kecurangan dalam proses Pilkades. Sehingga mereka menolak hasil pilkades tersebut.

Mereka meminta agar kotak suara dibuka dan dilakukan penghitungan ulang. Sebab mereka menyebut penggelembungan suara di TPS 1 sebanyak 9 surat suara.

Jumlah kehadiran pemilih yang hadir mengisi daftar hadir tidak sesuai dengan jumlah kertas suara baik sah maupun tidak sah. Jumlah surat suara yang terpakai sesuai DPT yang menggunakan hak suara di TPS 1 sebanyak 2.752. Sedangkan jumlah surat suara sah dan tidak sah sejumlah 2.761.

Masyarakat juga menuding ada dugaan penghilangan kertas surat suara yang ada di dalam kotak suara TPS 2. Indikasinya jumlah daftar hadir tidak sesuai dengan jumlah surat suara yang ada di dalam kotak suara.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Solidaritas Masyarakat untuk Demokrasi Jalancagak, yang disampaikan oleh Koordinator Aksi R Hida M Zulfikar, panitia telah mengeluarkan berita acara penetapan perolehan suara dan pemenang tanpa melalui tahapan dan prosedur yang benar. Bahkan terkesan dipaksakan dengan berdalih atas arahan Wakapolres dan Camat.

Dalam tuntutannya, masyarakat meminta agar pihak kecamatan segera mengklarifikasi dengan memanggil panitia beserta perangkat desa. Juga meminta panitia tingkat kabupaten untuk laporan pengaduan pelanggaran yang telah disampaikan.

“Apabila tidak ada tindaklanjut secara adil dan terbuka dari para pihak berwenang, terlebih muncul dugaan intervensi/penggembosan/penyuapan dari pihak-pihak lain terhadap pihak berwenang, kami akan melakukan aksi masa yang lebih besar,” ungkap Hida saat menggelar aksi di depan kantor Dispemdes Subang, Kamis (13/12).

BACA JUGA:  Curiga Ada Kecurangan Saat Pilkades, Warga Bakar Ban di Depan Kantor Bupati

Kuasa hukum dari calon kades nomor urut 5, Iin Achmad Riza meminta agar penyelesaian persoalan tersebut dilakukan dengan cara seadil-adilnya. Ia meminta agar kotak suara dibuka dan dilakukan penghitungan ulang.

“Kalau sudah dibuka kotak suara tersebut kami akan menerima apapun hasilnya,” katanya saat berdialog dengan panitia tingkat kabupaten.

Dalam dialog antara masyarakat dengan panitia tingkat kabupaten tersebut, panitia tingkat kabupaten meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ketua panitia Pilkades tingkat kabupaten, Bambang Suhendar menyebut, tidak bisa memberikan keputusan sebelum mendapatkan jawaban dari panitia di tingkat desa.

“Kami harus klarifikasi ke panitia tingkat desa, kami sudah kirimkan surat namun belum ada jawaban,” ungkap Asda I Pemkab Subang itu.

Kadispemdes Subang, Memet Hikmat mengatakan, selama ini panitia tingkat kabupaten bersikap netral. Proses penanganan persoalan ini akan dilakukan secepat mungkin. “Penyelesaian persoalan ini paling telat tanggal 7 Januari,” ujarnya.

Komitmen bahwa panitia tingkat kabupaten akan menyelesaikan persoalan tersebut paling lambar 7 Januari ditandai dengan dibubuhkannya tandatangan oleh ketua panitia tingkat kabupaten, wakil ketua dan camat Jalancagak.

Panitia tingkat kabupaten pun akan memberikan informasi mengenai perkembang penyelesaian persoalan tersebut.
Camat Jalancagak, Wahyu Suryana yang namanya disebut-sebut oleh massa karena dianggap intervensi membantah hal tersebut. Ia menegaskan bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkades.
“Saya tdak pernah intervensi. Saya netral tidak pernah memihak kepada pihak manapun,” kata Wahyu.

Mewakili pihak kepolisian, Kapolsek Jalancagak Kompol M Nashar menegaskan, tidak ada intervensi yang dilakukan oleh Wakapolres Subang berkaitan dengan persoalan Pilkades Desa Jalancagak.

Dia meminta masyarakat agar menjaga nama baik Wakapolres. Tuduhan masyarakat tersebut, kata dia, tidak benar. “Kami tegaskan tidak ada kepentingan apapun dalam pilkades ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Nyalon Kades, Ewon Optimis Lakukan Terobosan di Desa Kertawangi

Sementara Kabid Pemdes Dadan Dwiyana mengatakan, dalam laporan di 18 desa yang masuk ke Dismpemdes tersebut, ada data-data yang tengah dikumpulkan. Jika sudah terkumpul maka kata Dadan, akan diolah dan diambil kesimpulan bagaimana penanaganannya. “Sesuai dengan amanat dan aturan, penyelesaian permasalahan pilkades harus diselesaikan dalam 30 hari ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, hasil pemilihan Pilkades Jalancagak suara terbanyak diperoleh oleh calon nomor 3 dengan perolehan 1.880. Suara terbanyak kedua diperoleh nomor 5 dengan 1877 suara, terpaut 3 suara dari calon dengan suara terbanyak.

Calon nomor 1 memperoleh 673 suara, calon nomor 2 sebanyak 211 suara, dan calon nomor 4 sebanyak 373 suara.(ygo/ysp)