Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Bali, Endang: Jenazah Anak Saya Segera Pulangkan

YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN MENUNGGU KEPULANGAN: Suasana kediaman rumah duka di Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya, Minggu (17/1). Keluarga mengharapkan jenazah korban bisa segera dipulangkan ke rumah duka.

PUSAKANAGARA-Keluarga korban perempuan yang diduga mengalami pembunuhan di sebuah Homestay Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar, Sabtu (16/1) mengharapkan jenazah korban bisa segera dipulangkan ke rumah duka di Desa Kebondanas Kecamatan Pusakajaya.

Hal ini diutarakan oleh Ayah korban yakni Endang Supari di kediamanya Minggu (17/1). Endang menyampaikan, harapan utama dan terbesar saat ini adalah, jenazah korban yakni DFL (24) bisa segera dipulangkan ke rumah duka.

Dia menyadari saat ini, pihak kepolisian di Bali tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya putri kesayanganya tersebut.

“Kami mendukung penuh, sebab itu memang sudah tugasnya kepolisian di sana. Di sisi lain kami mohon agar jika selesai pengurusannya di sana, jenazah anak saya bisa segera dipulangkan agar bisa segera dikebumikan di sini,” terangnya,

Saat ini dari informasi yang diterima pihak keluarga, korban masih berada di Bali. Saat pihak kepolisian masih menunggu hasil swab pada korban yang sempat melakukan tes sebelumnya. Setelah hasil swab keluar dan hasilnya negatif akan dilakukan otopsi.

“Kami mengharapkan setelah prosesnya selesai bisa segera dipulangkan, ini yang sangat kamiharapkan. Kami sudah ikhlas, tapi kami minta segera dipulangkan,” jelasnya.

Ia juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini serta jika nantinya kasus ini terungkap, pelaku bisa diberikan hukum yang setimpal dega perbuatannya.

Sebelumnya, sebagaimana diutarakan saksi yang yang merupakan teman kos korban bernama Dianty, 22, mengatakan, korban sekitar pukul 01.20 Wita sempat makan bersama sebelumnya. Setelah itu, korban kembali ke kamar yang berada di samping kamar saksi.

Sekitar pukul 01.40 WITA, saksi terjaga dari tidur karena mendengar suara gaduh dan berisik juga mendengar berupa bunyi suara orang berkelahi dari kamar korban.

Khawatir dan merasa ada sesuatu yang tidak beres, Saksi lalu mengirim chat WA ke korban. Namun korban tidak membalas. Saksi lalu menelpon berulang kali namun juga tidak ada jawaban.

“Karena saksi takut dan terjadi apa-apa selanjutnya saksi menelpon penjaga rumah kos elite itu untuk menemaninya mengetuk pintuk dan mengecek korban ke kamarnya.

Setelah petugas jaga datang selanjutnya saksi bersama petugas jaga mengetuk pintu kamar korban. Namun tidak ada jawaban. Karena pintu terkunci dari dalam penjaga kos, mengecek mengintip lewat belakang masuk lewat kamar no 3 dan dia melihat banyak darah di lantai korban,” beber sumber.

Terkait peristiwa ini, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP Hadimastika membenarkan. “Ya masih diselidiki,” ujarnya singkat sebagai mana laporan media setempat.(ygi/ded)