Dinkes: 10 Desa Terdata Rawan Stunting, Workshop Kesehatan Germas Libatkan Beragam Organisasi

SOSIALISASI: Workshop Kesehatan Germas di Pamanukan diikuti oleh pengurus dan kader Fatayat NU di Pamanukan, Rabu (31/10). YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Pencegahan stunting terus dilakukan dengan melakukan sosialisasi ke berbagai organisasi perempuan melalui program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Dinas Kesehatan menargetkan 10 desa prioritas pencegahan stunting.

LAPORAN: YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Setelah digelar di beberapa tempat minggu lalu, Workshop Germas digelar di Pamanukan, Rabu (31/10). Melibatkan organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Hadir sebagai narasumber Kabid Kesmas Dinkes Subang dr Ahmad Nasuhi, Kepala Puskemas Pamanukan, Camat Pamanukan dan lainnya.

Camat Pamanukan M. Rudi mengatakan, Pemerintah Kecamatan Pamanukan sangat mendukung dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap program workshop Germas.

“Permaslahan stunting (kerdil) meruapakan permaslahan kita semua, bukan hanya masalah Dinkes Subang. Sehingga semua harus terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting tersebut,” katanya.

Dijelaskan Rudi, Kecamatan Pamanukan terdiri dari 8 desa. Rudi bahkan mendapat kabar ada anak yang mengidap stunting. Ia mengimbau kepada masyarakat agar berusaha mencegah stunting dengan cara hidup sehat. Mengkonsumi asupan gizi yang baik, khususnya ibu-ibu yang hamil dan rajin mengunjungi Posyandu.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Subang dr Ahmad Nasuhi menjelaskan, sosilasisai Germas tersebut harus melibatkan semua pihak dan stakeholder. Sehingga tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.

“Perusahaan besar bisa berkontribusi terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Tokoh masyarakat dan organisasi lainya. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2013 di Kabupaten Subang ada 10 desa stunting yang masuk dalam prioritas untuk ditangani, salah satunya di Kecamatan Pamanukan,” jelas Ahmad.

Ia mengimbau kepada desa-desa yang ada Subang agar masyarakatnya mau bersama-sama melaukan pencegahan stunting melalui Germas. “Stunting bisa dicegah namun susah diobati. Tapi jika bayi tersebut masih berumur 2 tahun masih bisa dilakukan intervensi secara bagus agar bisa hidup normal,” tambahnya.

General Manager GSP selaku event organizer, Adang Tresna mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Dinkes Jawa Barat yang telah berkerjasama dengan baik sehingga acara workshop tersebut berlangsung baik. “Kami mengucapkan terimakasih dan mudah-mudahan program ini dapat membantu mengatasi permaslahan kesehatan, khususnya stunting di Kabupaten Subang,” pungkas Adang.(ygo/man)