PLT Wali Kota Bandung Ajak Masyarakat Donor Darah Untuk Antisipasi DBD

DONOR DARAH: Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana saat akan melakukan donor darah, Senin (24/1). JABAR EKSPRES
DONOR DARAH: Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana saat akan melakukan donor darah, Senin (24/1). JABAR EKSPRES

BANDUNG–Selain waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 yang mengalami peningkatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga fokus menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di masyarakat.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan Kasus DBD di masyarakat kota Bandung, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengajak masyarakat agar segera mendonorkan darahnya.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu PMI memenuhi kebutuhan darah, meski saat ini pandemi relatif terkendali. Tapi tentu saat ini ada lagi endemi demam berdarah. Ini juga membutuhkan darah,” pungkasnya di Trans Studio Mall (TSM) Kota Bandung, Senin (24/1).

Bahkan Yana menjelaskan, kasus DBD di Kota Bandung sekarangini sedang mengalami peningkatan. Walaupun kata dia, peningkatan itu tidak terlalu signifikan.

BACA JUGA:  Fungsi dari Kartu Tani, untuk Menebus Pupuk Subsidi!

“Ada kenaikan kasus (DBD), tapi enggak terlalu (Meningkat), tapi kami mengingatkan saja kepada warga untuk tetap waspada. Kita jangan konsen ke Covid-19, tapi ada penyakit lain termasuk DBD. Kalau abai mematikan juga,” ungkapnya

Sehingga ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap melakukan 3M, yakni menguras, mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air guna bisa mengantisipasi Penyebaran DBD.

“Sebetulnya, kalau di perkotaan tolong diperhatikan talang-talang air. Itu kadang-kadang suka melengkung, air menggenang di tengahnya kalau bisa dibolongin saja. Biasanya terlewat orang enggak memperhatikan talang di pemukiman padat, padahal di sana bisa menjadi sumber nyamuk Aedes Aegypti,” paparnya

Lebih lanjut lagi, menurut Koordinator Masyarakat Peduli Tionghoa, Djoni Taat memaparkan, sejak Juni 2021 lalu, pihaknya melaksanakan kegiatan donor darah di tengah kondisi pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Penerapan Zonasi Nilai Tanah Dinilai Memberatkan